Apa Itu Mistis?

by
February 16th, 2015 at 9:03 am

CiriCara.com – Menurut kata asal bahwa Mistik berasal dari Bahasa Yunani “Mystikos” yang berarti rahasia, serba rahasia, tersembunyi, gelap atau terselubung dalam kekelaman. Dengan demikian bahwa kata mistik sebagai paham atau aliran dengan kata lain bahwa paham mistisme merupakan paham yang memberikan sebuah ajaran yang serba rahasia, terselubung dalam kekelaman sehingga hanya dikenal, diketahui atau dipahami oleh orang tertentu saja, terutama sekali oleh penganutnya.

jelangkung

Jelangkung, salah satu permainan mistis – Ist

Adapun berbagai pendapat tentang paham mistisme, adalah sebagai berikut:

  • Suatu kepercayaan tentang adanya kontak antara manusia dengan bumi dan Tuhannya
  • Kepercayaan tentang kemestraan ruh manusia dengan Tuhan
  • Kepercayaan merupakan kemungkinan terjadinya persatuan langsung manusia dengan dzat ketuhanan dan perjuangan bergairah kepada persatuan itu.
  • Suatu kepercayaan kepada hal-hal yang serba rahasia dan hal-hal yang tersembunyi.
  • Suatu kecendrungan hati kepada kepercayaan yang maha dahsyat atau kepada ilmu yang rahasia.

Ajaran dan sumbernya

Selain serba mistis, ajarannya sering juga serba subyektif tidak obyektif, karena tidak ada pedoman dasar yang umum dan otentik, bersumber dari pribadi tokoh utamanya sehingga aliran mistik itu tidak ada kesamaan satu sama lain, meskipun tentang hal yang sama. Biasanya tokoh mistis selalu diagungkan, dimuliakan bahkan disembah atau diberhalakan (dimitoskan) oleh penganutnya karena dianggap dia memiliki keistimewaan pribadi yang disebut dengan kharisma, dan anggapan seseorang mempunyai kharisma disebabkan oleh:

  • Telah melakukan kegiatan yang istimewa
  • Pernah mengatasi kesulitan, penderitaan, bahaya atau bencana yang mengancam dirinya.
  • Mempunyai keturunan raja, ada hubungan darah, bekas murid atau kawan dengan orang yang mempunyai kharisma.
  • Pernah melakukan peramalan dengan tepat.

Penyebab orang menganut paham mistik

  • Ketidakpuasan yang berlebihan, bagi orang-orang yang hidup beragama yang secara bersungguh-sungguh maka mereka kurang puas dengan hidup menghamba kepada Tuhan menurut ajaran agama yang ada saja.
  • Kekecewaan yang berlebihan. Bagi orang yang hidupnya kurang bersungguh-sungguh dalam beragama atau orang yang atheis merasa kecewa sekai melihat hasil usaha umat manusia di bidang science dan teknologi yang semula diagungkan ternyata tidak menghasilkan apa-apa malah menghancurkan kehidupanya. Sehingga mereka lari dari kehidupan tersebut dan menuju kehidupan yang subjektif, abstrak dan spekulatif sesuai dengan kedudukan sosialnya.

Diantara kedua sifat di atas ada yang berusaha merasionalkan ajarah mistik yang dianutnya dan adapula dari mereka yang tegas-tegas melepaskan diri dari tuntutan zaman ini.

Penulis: MasArif

Comment di sini