Banjir dan Longsor di Indonesia Menewaskan 31.432 Orang

by
February 16th, 2015 at 9:53 am

CiriCara.com – Pada 28 November 2014, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melansir release pers tentang antisipasi banjir dan longsor 2014-2015. Saya kira, release pers yang publikasikan BNPB akhir November tahun lalu itu, relevan untuk diangkat lagi, ketika Jakarta kembali di landa banjir cukup besar Senin 9 Februari 2015. Selain itu memang, tak hanya Jakarta yang dikepung banjir. Daerah-daerah lain pun juga dilanda banjir. Bahkan di Kalimantan Utara, banjir melumpuhkan ibukota provinsi termuda di Indonesia tersebut. Jadi memang, banjir tak semata jadi ‘tamu langganan’ Jakarta, tapi juga wilayah lain di Indonesia.

banjir

Evakuasi korban banjir – Ist

Namun memang, jika membaca release pers yang dikeluarkan Indonesia, wilayah di negeri ini yang rawan banjir sangat luas. Menurut BNPB, mengutip peta bencana di Indonesia, tercatat 315 kabupaten atau kota yang berada di daerah rawan banjir. Total jumlah penduduk dari 315 daerah tersebut mencapai 61 juta jiwa. Merekalah yang potensial kena dampaknya jika banjir datang melanda.

Sementara untuk bencana longsor, BNPB mencatat ada 274 kabupaten/kota yang berada di daerah bahaya longsor dengan total jumlah penduduk sebanyak 124 juta jiwa. Menurut release pers BNPB, banyak faktor yang menyebabkan banjir dan longsor terjadi. Penyebab banjir dan longsor tak semata disebabkan oleh hujan deras. Namun banyak faktor lain yang menyebab banjir, antara lain hasil resultan dari dampak perubahan iklim global, perubahan penggunaan lahan, bertambahnya jumlah penduduk, urbanisasi, kemiskinan, kerentanan, dan sebagainya. Faktor-faktor yang menyebabkan banjir dan longsor meningkat.

Dalam release pers itu juga, BNPB memaparkan data dampak banjir dan longsor. Menurut BNPB selama kurun waktu 1815-2014, tercatat telah terjadi 8.501 peristiwa banjir dan longsor yang cukup besar. Dampaknya, sebanyak 31.432 orang tewas, lalu 20,7 juta orang mengungsi dan menderita, serta ratusan ribu rumah rusak.

Sementara untuk tahun 2014 saja, data sementara yang dihimpun BNPB mencatat telah terjadi 1.136 peristiwa bencana banjir, longsor dan puting beliung, dengan jumlah korban sebanyak 355 orang tewas. Dampak lainnya dari 1.136 peristiwa bencana di 2014, lebih dari 1,7 juta jiwa terpaksa mengungsi dan hidup menderita. Dampak lainnya lagi, lebih dari 25 ribu rumah rusak. BNPB juga mencatat, longsor merupakan jenis bencana yang menyebabkan korban tewas paling banyak.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini