Dari Batu Akik Lumut Aceh Sampai Badar Hijau Papua

by
February 18th, 2015 at 2:36 pm

CiriCara.com – Indonesia katanya, jadi pasar terbesar batu akik dunia, setelah Tiongkok. Wuih, informasi itu adalah bukti, bahwa batu akik kini jadi lahan bisnis menggiurkan di negeri ini. Di mana-mana, banyak didirikan lapak penjualan batu akik, lengkap dengan mesin pemotong dan penghalus batu. Lapak-lapak itu pun selalu ramai dirubung penggemar batu akik. Bahkan, ada lapak yang buka sampai 24 jam.

batu akik

Batu Akik – Ist

Suatu hari saya bertemu seorang kawan satu liputan Ken Girsang. Saya biasa menyapanya dengan panggilan Bang Ken. Dia adalah salah seorang wartawan media online di bawah naungan Grup Jawa Pos. Saat bertemu, Bang Ken baru pulang dari kampung halamannya di Sumatera Utara, menghabiskan libur cuti kerjanya. Tapi ada yang beda dari penampilannya. Salah satu jarinya kini mengenakan cincin dengan mata cincinnya adalah sebutir batu akik.

“Pakai batu akik sekarang Bang?”, tanya saya setelah melihat jarinya yang sekarang di lingkari cincin batu akik. Sebelumnya, tak ada asesoris lain yang melingkar di jari tangannya.

“Iya nih, lagi hobi batu akik nih,” jawabnya.

” Ini batu apa Bang?”tanya saya lagi, sambil memeriksa cincin di tangannya. ” Ini Sungai Dareh,”katanya.

Bang Ken ini, awalnya mengaku tak suka batu akik. Bahkan, ia sempat mencibir pemakai batu akik, sebagai ‘penerus’ Tessy. Tessy adalah nama salah satu pelawak di Indonesia yang terkenal dengan ciri khasnya, jari tangan penuh dengan cincin batu akik. Tapi, kini justru Bang Ken yang jadi ‘penerus Tessy’, meski tak semua jari di pasang cincin batu akik. Ternyata, setelah mengobrol lama, tak hanya cincin batu akik jenis Sungai Dareh yang ia punya. Ia punya cincin batu akik dari jenis lain. ” Saya punya dua lagi, batu Kalimaya dan Pancawarna,” katanya.

Saya pun berpikir, hebat betul daya tarik dari batu akik bisa membuat si pencibir jadi penggemar. Tapi memang, hobi mengkoleksi batu akik tengah jadi trend. Bahkan, bisa dikatakan tengah terjadi ‘booming’ batu akik di Indonesia. Karena penasaran saya coba cari-cari informasi mengenai batu akik. Terus terang, saya awam tentang dunia batu akik. Ternyata setelah saya membaca salah satu berita yang di muat salah satu koran nasional, batu akik itu jenisnya beragam. Setiap daerah punya jenis batu akik khasnya. Cirinya pun berbeda-beda. Ciri batu akik, bisa dilihat dari warnanya.

Aceh misalnya, punya batuk akik jenis idocrase dan batu akik lumut Aceh. Batu akik jenis lumut Aceh memiliki ciri berwarna hijau mirip tanaman lumut. Sungai Dareh, batu akik yang dipakai Bang Ken itu sendiri adalah batu akik yang berasal dari Sumatera Barat. Batu akik bernama Sungai Dareh ini punya ciri khas warna hijau terang dengan bintik hijau di dalam batu. Jambi juga punya batu akik khasnya. Batu akik asal Jambi ini punya nama “Teratai Hitam”. Dinamakan Teratai Hitam, karena batu ini memang berwarna hitam yang berpadu dengan warna abu-abu. Dalam batu terdapat guratan segi lima.

Sementara batu akik asal Sumatera Selatan, bernama Spritus Baturaja. Batu ini punya ciri khas berwarna merah magenta. Sedangkan batu akik ‘Bacan’, yang juga dikoleksi Bang Ken, berasal dari Pulau Bacan Maluku. Bacan dikenali dari warnanya yang berwarna biru langit. Provinsi Banten juga punya batu akik sendiri. Batu akik asal Banten bernama Kalimaya. Ciri Kalimaya, berwarna pelangi. Batu akik lainnya yang digandrungi adalah Pancawarna. Batu ini berasal dari Garut. Batu ini punya ciri khas yang membedakannya dari batu akik lainnya, yakni punya lima warna yang tampak tergabung jadi satu dalam batu.

Pulau Kalimantan juga punya batu akik khas. Batu akik dari Kalimantan dikenal dengan nama Merah Delima. Batu Merah Delima, merupakan salah satu batu akik yang banyak penggemarnya. Bahkan seringkali batu Merah Delima dikait-kaitkan dengan hal mistik. Papua juga punya batu akik sendiri bernama Badar Hijau. Di beri nama Badar Hijau, karena memang batu asal Papua ini
berwarna hijau. Daerah lainnya yang punya batu akik khas, adalah Lampung. Batu akik asal Lampung dikenal dengan sebutan batu Bungur. Ciri khasnya batu ini berwarna ungu.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini