Imlek 2015: Apa Itu Imlek?

by
February 18th, 2015 at 2:26 pm

CiriCara.com – Tentunya kita sering mendengar, mengucapkan, dan mambaca kata ‘Imlek’. Hari Imlek adalah hari raya tahun baru orang Tionghoa atau biasa kita sebut Chinese New Year. Di hari tersebut biasanya kita menjumpai atraksi barongsai, angpao, kue keranjang, lampion merah, cheongsam, dan tulisan ‘Gong Xi Fat Cai’. Sebenarnya, apa Imlek itu?

imlek

Perayaan Imlek dengan barongsai – Ist

Kata ‘Imlek’ adalah bunyi dialek Tionghoa suku Hokkian yang berasal dari kata Yin Li (baca: in li) yang berarti ‘penanggalan bulan’. Sementara, penanggalan yang kita kenal sekarang dan dipakai di seluruh dunia adalah Yang Li yang artinya ‘penanggalan matahari’. Jadi, Imlek merupakan penanggalan Tionghoa yang dibentuk dengan menggabungkan kalender bulan dan kalender matahari.

Selain istilah Yin Li, Imlek dulunya juga dikenal dengan nama Nong Li (baca: nung li), artinya ‘penanggalan petani’. Karena sebagian besar masyarakat terdahulu hidup sebagai petani, mereka mengandalkan kemampuan membaca alam, pergerakan bintang, bulan, dan benda angkasa lainnya untuk perhitungan waktu bercocok tanam.

Perayaan tahun baru Imlek sebenarnya merupakan  perayaan Chun Jie (baca: juen cie) yang artinya ‘menyambut musim semi’. Mengapa musim semi dirayakan?  Karena, saat itulah para petani harus mulai bercocok tanam lagi setelah musim dingin berakhir. Bagi mereka, musim semi merupakan musim bersukacita yang harus disambut dengan meriah.

Perayaan meriah ini mulai dikenal di zaman Dinasti Xia atau Hsia (2205-1766 SM). Setelah dinasti Xia runtuh, penanggalan Imlek selalu berubah sesuai dengan kemauan dinasti yang berkuasa. Lalu, pada masa Dinasti Han (206 SM-220 M), semua penanggalan dari Dinasti Xia diresmikan dan hari kelahiran Konghucu ditetapkan sebagai hari pertama.

Namun, kini di China sendiri penulisan tahun yang berdasarkan penanggalan Imlek sudah tidak umum lagi. Misalnya, Imlek tahun ini adalah tahun 2566, tetapi tahun yang ditulis biasanya tahun 2015 saja.

Meskipun di era modern ini sudah tidak umum lagi, kalender Tionghoa masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa. Dan, bagi orang yang masih memiliki kepercayaan tertentu, penanggalan ini digunakan untuk memilih hari yang paling menguntungkan atau membawa hoki, seperti memilik hari pernikahan atau pembukaan usaha. Hm, bagaimana dengan kalender Jawa?

Penulis: Khaeriya

Comment di sini