Indonesia Hanya Punya 200 Bioskop

by
February 18th, 2015 at 10:18 am

CiriCara.com – Nonton film mungkin sudah jadi bagian dari gaya hidup. Nonton film di bioskop, dulu mungkin menjadi gaya hidup yang terbilang ‘mewah’ terutama bagi mereka yang diam dan tinggal di pelosok. Waktu saya kecil di Kampung, nonton film adalah hiburan yang paling dinanti. Maka, kalau ada orang hajatan nanggap layar tancap, senangnya bukan main.

bioskop

Bioskop – Ist

Di kecamatan saya sendiri, sebenarnya punya bioskop. Tapi bioskop itu hanya beroperasi di malam minggu. Itu pun bukan bioskop dalam arti sebenarnya. Bioskop ini dikenal dengan sebutan ‘misbar’ alias ketika gerimis bubar. Lho kok bisa begitu? Ya, karena bioskop ‘misbar’ ini tanpa atap. Hanya sebuah tanah lapang yang sebagian berpagar tembok, sisanya dipagar pakai seng.

Tiap malam minggu, tanah lapang yang paginya dipakai jadi tempat ‘pasar kambing’ disulap jadi bioskop. Ya laiknya bioskop normal, ada loket tempat penjualan karcis. Tapi ketika sudah masuk ke dalam, jangan harap menemui kursi penonton. Jika ingin nonton ya ngampar alias lesehan. Namun tenang saja, di dalam bioskop ‘misbar’ banyak yang jualan koran. Nah lembaran koran inilah yang beralih fungsi jadi alas tempat duduk penonton.

Bila ingin nonton film di bioskop beneran, terpaksa mesti menumpuh jarak 40 kilometeran ke kabupaten. Karena hanya di kota kabupaten ada bioskop beneran, itu pun jumlahnya hanya satu bioskop. Namun memang Indonesia yang begitu luasnya, punya bioskop tak terlalu banyak. Padahal negeri ini, jumlah penduduknya salah satu terbanyak di dunia, mencapai 250 juta penduduk. Tapi, ternyata untuk urusan punya bioskop, mungkin Indonesia masih kalah dengan negara lain.

Karena menurut data yang saya baca dari sebuah koran besar di Indonesia, jumlah bioskop yang ada di negeri ini hanya 200 unit bioskop dengan jumlah 800 layar. Itu pun bioskop-bioskop tersebut adanua sebagian besar di kota-kota besar. Tercatat hanya 52 kota di Indonesia yang punya bioskop. Sisanya minus bioskop. Jadi masih banyak kota-kota kecil di Indonesia yang tak punya bioskop. Apalagi kota-kota di kecamatan. Mungkin hanya punya ‘misbar’ seperti kecamatan saya. Itu pun sekarang ‘misbar’ tersebut sudah benar-benar bubar, karena tempatnya sudah menjadi toko.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini