2015, Pengguna Narkoba Diperkirakan Mencapai 5,1 Juta Orang

by
February 20th, 2015 at 9:20 am

CiriCara.com – Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, tabuh genderang perang terhadap narkoba berbunyi sangat nyaring. Hukuman mati bagi pelaku peredaraan narkoba diberlakukan tanpa pandang bulu. Tercatat, di awal masa pemerintahan Jokowi, sudah enam terpidana kasus narkoba yang dieksekusi mati.

narkoba

Narkoba – Ist

Meski diprotes oleh kepala negara dan pemerintahan dari negara yang warganya dieksekusi, Presiden Jokowi bergeming. Protes dari Brasil dan Belanda, dua negara yang warganya di eksekusi, tak digubris oleh Jokowi. Terpidana mati asal Brasil dan Belanda tetap di eksekusi. Jokowi berdalih, eksekusi mati demi memberi efek jera. Karena menurut Jokowi, Indonesia sudah dalam kondisi darurat narkoba, dimana 50 orang mati tiap harinya karena narkoba. Jokowi pun memilih ‘jalan besi’, tak memberi ampun terhadap terpidana narkoba. Maka, enam terpidana narkoba pun menjalani eksekusi pada Minggu dini hari, 18 Januari 2015.

Selanjutnya akan ada eksekusi lagi bagi terpidana narkoba lainnya yang telah mengantongi vonis hukuman mati. Di dalam negeri sendiri, hukuman mati menuai protes. Aktivis penggiat Hak Asasi Manusia meminta pemerintah menghapus praktek hukuman mati. Mereka beralasan, hukuman mati melanggar HAM, selain tak ada bukti empiris hukuman mati mengurangi tingkat kejahatan. Namun, Jokowi bergeming, tetap akan memberlakukan hukuman mati bagi terpidana mati kasus narkoba.

Tapi terlepas dari pro kontra hukuman mati, bicara peredaran narkoba, Indonesia memang layak memberlakukan status darurat narkoba. Indonesia kini bukan lagi negara transit bagi para gembong narkoba internasional. Namun, Indonesia telah jadi pasar utama bagi para pengedar narkoba kelas kakap. Korban karena narkoba pun berjatuhan, tak kenal umur dan status. Bahkan yang paling mengkhawatirkan, sudah banyak anak-anak belia di negeri ini mesti meregang nyawa karena barang laknat tersebut. Lima puluh orang mati tiap harinya karena narkoba, begitu kata Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan. Maka dalam setahun kata Presiden, 18 ribu orang tewas sia-sia karena barang haram tersebut. Jika dibiarkan, Indonesia bisa kehilangan satu generasi penerus bangsa. Sebab itu, Jokowi memilih tegas memberlakukan hukuman mati. Ia tak ingin, negaranya rusak karena narkoba. Seperti peribahasa, anjing menggonggong kafilah tetap berlaku. Meski diprotes, Jokowi jalan terus dengan hukuman matinya.

Badan Nasional Narkotika (BNN) yang selama ini jadi salah satu tulang punggung dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia, melansir data yang makin membuat kita khawatir. Badan narkotika itu memperkirakan pengguna narkoba pada tahun 2015 ini akan meningkat tajam. Diperkirakan pengguna narkoba di 2015 akan mencapai 5,1 juta orang. Pada 2014 sendiri, BNN mencatat pengguna narkoba di Indonesiaa sebanyak 4,7 juta orang. Jika melihat perkiraan BNN, wajar bila Jokowi menganggap Indonesia sudah darurat narkoba. Karena laju korban akibat narkoba, terus melonjak tajam tiap tahunnya.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini