274 Kabupaten di Bawah Ancaman Longsor

by
February 20th, 2015 at 9:49 am

CiriCara.com – Banjir dan longsor, ibarat anak kembar yang tak terpisahkan yang lahir dari satu rahim. Rahim yang melahirkan banjir dan longsor adalah musim penghujan. Jadi, musim hujan, banjir dan longsor tak bisa dipisahkan. Ketiganya saling terkait dan berhubungan. Hujan jadi pemicu banjir dan longsor. Dan, bencana banjir dan longsor adalah dua bencana yang selalu mengintai, saat musim penghujan tiba.

rawan longsor

Daerah rawan longsor – Ist

Wilayah yang rawan banjir dan longsor di Indonesia ternyata sangat banyak, terutama daerah rawan longsor. Menurut data yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelang tutup tahun 2014, tercatat ada 274 kabupaten atau kota yang berada di daerah bahaya sedang tinggi longsor. Data itu, adalah bukti sahih, bahwa banyak wilayah di Indonesia yang rawan longsor.

Tentu publik masih ingat dengan peristiwa tragis bencana longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Bencana itu, menelan korban meninggal hingga ratusan orang. Bencana di Banjarnegara, hanya salah contoh dari betapa banyak daerah di Indonesia yang rawan longsor.

Data BNPB juga menyebutkan daerah rawan longsor tersebar di sepanjang Bukit Barisan di Sumatera, lalu Jawa bagian tengah dan selatan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tidak hanya itu, data yang dilansir BNPB akhir tahun lalu juga mengungkapkan, bahwa sebanyak 40,9 juta jiwa atau 17,2 persn dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 253 juta jiwa, hidup di wilayah rawan longsor. Mereka menjadi pihak yang terpapar langsung oleh bahaya longsor sedang-tinggi. BNPB juga merinci, dari 40,9 juta jiwa tersebut terdapat, 4,28 juta jiwa balita, 323.000 jiwa disabilitas dan 3,2 juta jiwa lansia yang semua terpapar langsung oleh longsor pada
saat musim penghujan.

Namun yang mengkhawatirkan, ternyata kemampuan puluhan juta penduduk yang hidup di daerah rawan longsong dalam menghindar dan memproteksi dirinya dari bahaya longsor masih sangat minim. Menurut BNPB, umumnya mereka yang hidup di bawah ancaman longsor, tinggal di daerah dengan infrastruktur terbatas. Sehingga saat terjadi longsor, evakuasi akan terkendala oleh sulitnya medan.

Data BNPB juga mencatat, bencana tanah longsor menjadi bencana dominan sepanjang 2005 sampai 2014. Menurut badan bencana tersebut, longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi, dimana faktor dominan penyebabnya adalah antropogenik atau ulah manusia.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini