Apa itu Kriminalisasi?

by
February 20th, 2015 at 3:08 pm

CiriCara.com – Akhir-akhir ini, kriminalisasi santer disebut. Kata itu kerap mencuat dalam topik terkait Komjen Pol Budi Gunawan dan KPK. Pemberitaan media membentuk pola pikir masyarakat terhadap istilah ini. Namun, apa sebenarnya arti kriminalisasi? Apakah seburuk yang kita duga?

kriminalisasi

Kriminalisasi – Ist/Chirpstory.com

Arti Kata

Jika kita bongkar maka kata dasarnya ialah kriminal yang merujuk pada istilah crime dalam Bahasa Inggris. Kata tersebut berarti tindakan kejahatan, ilegal, melanggar hukum yang dapat dikenai sanksi berdasarkan undang-undang. Kriminal adalah sesuatu yang berkaitan dengan tindakan tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kriminalisasi ialah proses memperlihatkan perilaku yang semula tidak dianggap sebagai tindak pidana, tetapi kemudian digolongkan menjadi peristiwa pidana oleh masyarakat.

Proses Kriminalisasi

Kriminalisasi dapat berkembang sesuai dengan peran media dan perbedaan norma yang dianut masing-masing kelompok masyarkat. Perubahan nilai budaya juga dapat mengubah anggapan terhadap tindakan tertentu. Perlakuan yang semula dapat ditoleransi bisa berubah menjadi pelecehan atau kejahatan.

Asas

Untuk mengubah sesuatu menjadi tindak kriminal harus memenuhi tiga asas. Pertama, legalitas, yaitu tindak pidana hanya dapat diproses menurut perundangan. Artinya, anggapan kriminal tidak dapat berdasarkan nilai-nilai atau kebiasaan semata tetapi harus ada konstitusi yang menetapkannya. Karena itu, untuk mencegah tidak kejahatan, harus membuat konstitusinya dulu.

Kedua, kriminasilasi harus efektif dalam menangani perilaku yang dianggap kejahatan. Jika ada cara lain untuk menanggulanginya, seperti denda, pengurangangan, skors atau edukasi lewat media massa maka tidak dimasukkan ke dalam hukum pidana.

Ketiga, asas kesamaan yang berarti sederhana dan jelas. Dengan demikian, tercipta hukum yang adil dan tepat.

Pergeseran Makna

Salah satu contoh kriminalisasi berdasarkan pengertian di atas ialah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Peraturan ini lahir pada tahun 2008 sebagai kriminasilasi terhadap kejahatan di dunia maya.

Terminologi itu pun mengalami pergeseran makna. Kata yang semula bermakna positif menjadi negatif. Kini, istilah tersebut merujuk pada upaya melemahkan seseorang atau kelompok melalui rekayasa kasus yang pernah melibatkannya.  Pihak yang sebelumnya bersih dari tindak pidana, dilaporkan menjadi pelaku pelanggaran.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini