Fakta Menyedihkan 229 WNI Dibibir Kematian

by
February 20th, 2015 at 2:30 pm

CiriCara.com – Tulisan ini bukan hendak menceritakan sebuah fakta menarik yang bisa membuat pagi berseri. Saya tak hendak menceritakan kisah yang bisa membuat acara menyeruput kopi terasa nikmat. Bukan itu yang hendak saya tuturkan di tulisan ini. Lalu apa yang hendak dituturkan, yang membuat pagi tak bisa dinikmati dengan riang itu? Suatu pagi, saat melakukan tradisi rutin menjemput siang, menyeruput kopi hitam dengan sedikit gula, saya membaca secarik koran yang tergeletak di bawah meja. Koran itu, bukan koran edisi teranyar. Tapi koran edisi sisa alias koran yang telah lewat beberapa hari. Bahkan koran yang saya baca di awal pagi menjelang diri menjemput siang, tak lengkap, alias hanya secarik saja, terdiri dari 2 eksemplar halaman. Halaman sisanya entah kemana, mungkin telah jadi bungkus oleh istri saya.

tki

Aksi demo dukung TKI – Ist

Keriangan dan kenikmatan acara menyeruput pagi pun langsung hilang, begitu mata membaca sebuah kolom berita yang berisikan keterangan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno. LP Marsudi. Dalam berita itu Ibu Menlu mengungkapkan sebuah fakta tentang ratusan anak negeri yang sedang terancam hukuman mati di negeri seberang. Menurut keterangan Ibu Menteri, tercatat ada 229 anak negeri yang sedang berada di tepi tubir kematian. Mereka adalah anak negeri yang sedang menunggu eksekusi, karena telah divonis mati.

Tapi mereka menunggu ajal menjemput tidak di negeri sendiri. Namun mereka menunggu Malaikat pencabut nyawa di negeri orang, ribuan kilometer jaraknya dari rumah sendiri. Anak negeri yang terancam hukuman mati paling banyak ada di Malaysia an Arab Saudi. Ibu Menlu menuturkan, kasus-kasus yang menonjol adalah kasus pembunuhan dan narkoba.

Ah, kadang cerita kehidupan terasa aneh. Di sini, di Indonesia, banyak juga yang sedang menunggu eksekusi. Sebagian besar adalah warga negara asing. Dan di luar sana, ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) bernasib sama, tengah menunggu eksekusi.

Dalam berita itu, Ibu Menlu Retno LP Marsudi juga mengungkapkan, bahwa terdapat 2,7 juta WNI yang bekerja di luar negeri. Angka riilnya jika digabungkan dengan pekerja ilegal, menurut Ibu Menlu, TKI diperkirakan mencapai 4,7 juta jiwa. Menurut Ibu Menlu lagi, 90 persen dari total TKI bekerja di bidang rumah tangga. Sebagian besar adalah perempuan.

Minum kopi pun tak lagi nikmat. Mari kita semua bertafakur, menyediakan sejumput waktu untuk berdoa bagi ratusan saudara kita yang sedang menunggu eksekusi hukuman mati. Semoga,mereka bisa diselamatkan, sehingga ajal urung dicabut paksa. Andaipun, kematian tak bisa dihindari, mari kita berdoa, semoga mereka di terima di sisiNya dengan baik. Dan, bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi ketabahan menerima takdir yang tak disangka-sangka. Mungkin hanya lewat doa kita berikhtiar. Biarlah, urusan menyelematkan nyawa warga di negeri orang dilakukan negara. Karena pemerintah memang punya kewajiban menyelematkan rakyatnya, dengan cara apapun itu.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini