Mitos yang Menyebabkan Banjir

by
February 20th, 2015 at 2:21 pm

CiriCara.com – Jaman memang sudah berubah tapi belum tentu dengan pemikiran seseorang. Masa kini, kepercayaan terhadap mitos masih berkembang. Beberapa di antaranya berdampak positif tetapi ada juga yang berdampak negatif. Sebagian bisa menjadi cermin untuk mencintai alam. Namun, sebagian lagi dapat merusak sehingga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana banjir.

jakarta banjir

Banjir di Bundaran HI, Jakarta – Ist

Pernah dengar larangan membakar popok, pembalut, dan pakaian dalam? Banyak orang yang masih memegang kepercayaan ini. Katanya, tindakan tersebut dapat menimbulkan ruam pada kulit. Karena itu, jika sudah tidak terpakai, barang-barang ini harus dikubur. Bahkan, ada yang rela mengumpulkan kemudian membuangnya ke sungai. Ow, ow, ow…. Tindakan ini sangat disayangkan. Kenapa?

Menghalangi Air

Plastik dan kain merupakan bahan yang sulit terurai. Bakteri tanah perlu waktu bertahun-tahun untuk menghancurkan komponen ini. Keberadaan sampah anorganik tersebut menghalangi masuknya air ke dalam tanah.

Merusak Tanah

Bahan kimia dari popok, pembalut, dan pakaian dalam akan larut bersama air. Hal ini dapat membunuh bakteri serta cacing yang tinggal di dalam tanah. Tanpa organisme tersebut, pori-pori kecil pada tanah sulit terbentuk, sementara melalui celah itulah air dapat meresap.

Membunuh Tumbuhan

Zat-zat kimia dari sampah tersebut dapat merusak kesuburan tanaman. Dengan demikian, berkuranglah kemampuan makhluk hidup ini dalam menyimpan air. Pada tingkat yang tinggi, vegetasi tidak lagi dapat tumbuh di tanah tersebut.

Menyumbat

Jangan buang benda-benda itu ke selokan. Ukurannya bisa menyumbat aliran air. Begitu juga dengan parit besar atau sungai. Barang-barang ini bisa terbawa arus dan sampai pada titik di mana air bergerak lemah. Inilah yang menyebabkan penggenangan.

Membukit

Banyak yang berpikir bahwa satu bungkus sampah saja bukanlah masalah. Coba kalikan berapa buah sampah rata-rata dengan seberapa sering kamu membuangnya. Pasti akan menghasilkan jumlah yang besar pula. Belum lagi jika dikali dengan ratusan orang yang melakukan hal sama.

Sedikit demi sedikit, buangan popok, pembalut, dan pakaian dalam akan menjadi bukit. Tumpukannya yang tersendat bahkan membuat sampah lainnya tersangkut.

Itulah mengapa, masing-masing dari kita perlu berhenti menganut mitos ini. Alih-alih menyebabkan banjir, lebih baik merawat kulit dengan bahan-bahan alami.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini