Pernikahan Bahagia dan Tragis di Tengah Banjir

by
February 20th, 2015 at 9:03 am

Tamu Tanpa Sepatu

pernikahan banjir

Faizal dan Nurjanah tetap gelar pesta pernikahan di tengah banjir – Ist

Siapa yang ingin menunda pernikahan hingga tiga bulan? Selama itulah, air terus mengenang hingga mata kaki penduduk Desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Bontang. Terop tetap didirikan dan panggung tetap bergoyang di resepsi Faizal dan Nurjanah. Pesta yang digelar 8 Februari lalu itu tetap meriah dengan para tamu tanpa sepatu.

Gaun yang Terendam

Reuters

Sepasang pengantin di Filipina tetap menikah meski harus berdiri dengan gaun terendam. Ramoncito Campo meresmikan hubungannya dengan Hernelie Rauzol Campo dalam gereja yang terkena banjir. Dengan payung, mereka tetap menggelar kebahagiaan bersama anak-anak yang sedang bermain air.

Beberapa pengantin sukses menggelar pernikahan yang unik namun tidak dengan yang lain. Pernikahan di tengah bencana tersebut benar-benar membawa bencana kehilangan nyawa.

Bus Tumbang

Pada September 2014, bus yang membawa 40 orang tamu pernikahan terseret banjir bandang. Kedua mempelai juga ikut di dalamnya. Kendaraan itupun jatuh hingga ke jurang. Puluhan orang tewas pada insiden yang terjadi di India tersebut.

Perahu Maut

Pada bulan yang sama, belasan tamu dan mempelai tewas dalam tragedi banjir di Pakistan. Perahu penyelamat yang mereka tumpangi terbalik saat menabrak puing bendungan. Korban juga termasuk tentara yang berusaha menyelamatkan mereka di dalam arus.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini