Rekor Naik Turun Harga BBM di Era Jokowi

by
February 20th, 2015 at 10:35 am

CiriCara.com РHampir semua Presiden yang pernah berkuasa di Indonesia pernah menaikan harga BBM. Mungkin Presiden yang belum pernah menaikan harga BBM hanya BJ Habibie. Tapi tak mengherankan bila BJ Habibie semasa jadi Presiden belum pernah menaikan harga BBM. Sebab usia kekuasaan Habibie sebagai Presiden hanya seumuran jagung. Habibie, teknokrat asal Sulawesi Selatan misalnya, jadi Presiden sejak tanggal 21 Mei 1998 sampai dengan 20 Oktober 1999. Jadi teramat pendek usia pemerintahannya.

petugas spbu

Mengisi bbm di SPBU – Ist

Setelah Habibie ‘pensiun’ naiklah Abdurahman Wahid atau biasa di sapa Gus Dur. Kyai Haji yang juga mantan Ketua PBNU itu jadi Presiden setelah terpilih dalam pemilihan yang dilangsungkan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Gus Dur kala itu yang didukung kekuatan politik yang menamakan diri ‘poros tengah’ sukses mengalahkan Megawati Soekarnoputri yang kemudian menjadi Wakil Presiden. Gus Dur berkuasa dari Oktober 1999 sampai Juli 2001. Hanya 2 tahun Gus Dur sempat tinggal di Istana Merdeka. Gus Dur berhenti jadi Presiden, setelah di impeachment dalam Sidang Istimewa MPR yang saat itu dipimpin oleh Amien Rais, eks Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Dalam rentang usia pemerintahannya yang hanya seumuran jagung, Gus Dur sempat satu kali menaikan harga BBM. Bisa jadi, jika kekuasaan berumur panjang, Gus Dur akan menaikan harga BBM tak hanya satu kali. Presiden selanjutnya Megawati Soekarnoputri yang menggantikan Gus Dur, pernah menaikan harga BBM. Bahkan Mega tak hanya sekali menaikan harga BBM. Tercatat 2 kali harga BBM naik di era Megawati jadi Presiden.

Pengganti Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah menempuh kebijakan tak populis, menaikan harga BBM. Namun di era Yudhoyono pula, harga BBM pernah diturunkan. Saat itu, yang mengumumkan langsung turunnya harga BBM adalah Yudhoyono sendiri. Tapi kala menaikan harga yang mengumumkan para pembantunya. Di era Yudhoyono, tercatat 3 kali harga BBM di naikkan.

Namun yang menarik adalah cerita naik turun harga BBM di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggantikan Yudhoyono. Baru saja menjabat, bahkan mungkin belum sampai satu bulan Jokowi berkuasa, sudah keluar kebijakan tak populis menaikan harga BBM. Jokowi dan Jusuf Kalla wakilnya, dilantik pada 20 Oktober 2014. Pada Senin malam 18 November 2014, Jokowi secara resmi mengumumkan sendiri kenaikan harga BBM. Harga premium yang tadinya Rp 6.500 naik menjadi Rp 8.500 per liternya. Sementara solar harga semula Rp 5.500 dinaikan menjadi Rp 7.500 per liternya. Harga baru mulai berlaku 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.

Namun tak lama berselang pada Rabu, 31 Desember 2014, pemerintahan Jokowi justru menurunkan harga BBM. Harga Bensin premium yang tadinya Rp 8.500 per liter diturunkan menjadi Rp 7.600 per liter. Begitu juga dengan harga solar turun menjadi Rp 7.250 per liter. Harga baru mulai berlaku pada 1 Januari 2015 pukul 00.00 WIB.

Pada 16 Januari 2015, pemerintah kembali menurunkan harga BBM. Kali ini, Presiden Joko Jokowi yang mengumumkan langsung. Bensin premium harganya kembali turun dari Rp. 7.600 menjadi Rp. 6.600. Hari Solar juga ikut diturunkan, dari Rp 7.250 menjadi Rp. 6.400. Jadi, hanya dalam rentang tak sampai satu bulan, pemerintah sudah 2 kali menurunkan harga BBM. Bisa dikatakan ini rekor baru. Karena baru Jokowi yang menurunkan harga BBM sebanyak 2 kali. Bahkan itu dilakukan dalam rentang waktu tak sampai satu bulan.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini