Bang Idin, Si Pitung Lingkungan

by
February 23rd, 2015 at 8:37 am

CiriCara.com – Di tengah hiruk-pikuk Jakarta dalam aktivitas perekonomian, ada orang yang mengorbankan hidupnya untuk lingkungan. Dia memang putera ibukota tersebut, Orang Betawi. Haji Chaerudin nama beliau. Bang Idin panggilannya. Prihatin dengan apa yang menimpa tanah kelahiran, “Si Pitung” ini berjuang untuk menghalau bencana.

chaerudin

Haji Chaerudin – Ist

Bantaran Sungai Pesanggarahan, Karang Tengah, Jakarta Selatan menjadi sasaran dedikasi lelaki berkepala enam tersebut. Rumahnya pun turut menjadi contoh dalam menjaga lingkungan kota terpadat di Indonesia. Di dekat Terminal Lebak Bulus, ia bangun tempat tinggalnya dengan kayu dan bambu.

Sejak 16 tahun lalu, Bang Idin melakukan banyak hal agar Jakarta bebas banjir. Bagi beliau, sungai akan membawa berkah jika manusia mengelolanya dengan benar. Dalam prosesnya, orang-orang menganggap beliau pengangguran yang kurang waras. Bersyukur, sabar, ikhlas, dan berani ialah kunci keberhasilan Bang Idin. Dilansir dari BBC Indonesia, berikut jejak Si Pitung Lingkungan itu.

Ribuan Bambu

Ketika kampanye menanam bambu kita dengar baru-baru ini, Bang Idin sudah menyadari itu sejak lama. Bertahun-tahun lalu, beliau menebar benih bambu di tepi Sungai Pesanggrahan. Tidak hanya di sekitar rumahnya, lelaki kelahiran 13 April 1956 tersebut juga menanam pohon penyerap air di kawasan lainnya bahkan hingga luar Jakarta.

Hutan Kota Pesanggarahan

Selain hutan bambu, Bang Idin bersama 16 orang lainnya merupakan pelopor oase Jakarta. Hingga kini, terdapat ribuan pohon di Hutan Kota Pesanggarahan hasil jerih payah beliau-beliau. Jasa para Pitung tersebut pun diabadikan dengan tugu pohon berdahan tujuh belas. Monumen itu berdiri di tengah 60 ribu jenis vegetasi.

Kelompok Tani Sangga Buana

Percuma melakukan aksi jika tidak bisa menjaga keberlanjutannya. Sosok yang meraih penghargaan Kalpataru pada tahun 1998 tersebut mendirikan Kelompok Tani Lingkungan Hidup Sangga Buana. Awalnya, jumlah anggota organisasi ini hanya 17 orang namun setahun berikutnya bertambah drastis menjadi 80 orang. Komunitas ini kemudian bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menggalang dana. Mereka pun dapat menghijaukan bantaran sungai yang dulunya menjadi tempat pembuangan sampah.

Peraturan

Berkunjung ke Hutan Kota Pesanggarahan tidak boleh sembarangan. Siapa yang ingin menikmati keindahannya maka harus menuruti peraturan di dalamnya. Bang Idin dan kawan-kawan yang membentuk ketentuan ini. Beberapa syaratnya ialah tidak merusak Kawasan Kali Pesanggarahan dan tidak membuang hajat di sungai.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini