Di Rusia, Waria, Penjudi, dan Tukang Intip Dilarang Nyetir

by
February 23rd, 2015 at 10:04 am

CiriCara.com – Surat Ijin Mengemudi atau biasa disebut SIM, adalah dokumen vital bagi pengemudi kendaraan, baik itu bagi pengemudi roda empat, maupun roda dua. Di Indonesia ada beberapa jenis SIM, yaitu SIM A, B dan C. SIM A diberikan kepada pengemudi roda empat untuk jenis-jenis kendaraan biasa seperti minibus, jeep dan sedan. Tentu SIM diberikan kepada pengemudi yang telah lolos ujian dalam tes mengemudi yang dilakukan pihak kepolisian dalam hal ini bagian lalu lintas Polri.

mobil

Menyetir mobil – Ist

Sementara SIM B ada dua macam, yakni SIM B1 dan SIM B2. Untuk SIM B1, di berikan kepada pengemudi yang mengendarai kendaraan dengan berat lebih dari 3.500 kilogram, biasanya kendaraan barang ringan, seperti truk biasa. Sedangkan SIM B2, adalah surat ijin mengemudi bagi kendaraan-kendaraan berat, misal truk gandengan.

Lain halnya SIM C. SIM C, bukan untuk pengemudi roda empat. Tapi SIM C adalah SIM yang diberikan untuk pengemudi roda dua. Namun, semua warga negara yang sudah punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) berhak mengantongi semua SIM, baik itu SIM A, B maupun SIM C. Tapi sekali lagi dengan catatan yang bersangkutan lolos tes. Jika tak lolos tes, SIM tak bisa dikantongi. Namun tentunya juga warga yang ingin memiliki SIM akan melihat kebutuhannya. Tapi rata-rata SIM yang banyak ingin dimiliki warga adalah SIM A dan C. Bahkan, ada yang punya SIM A dan SIM C yakni SIM A untuk kendaraan roda empat, dan SIM C untuk roda dua.

Sementara SIM B, hanya di incar oleh para supir yang banyak mengemudikan truk. Siapa pun warga negara Indonesia berhak punya SIM. Tidak ada diskriminasi. Mau dia tukang becak, mau itu profesor atau pejabat, bisa punya SIM. Asal mau mengurus, mematuhi syaratnya dan yang paling penting lolos tes kepemilikan SIM. Tes untuk dapat SIM dilakukan di kantor Samsat. Jika di Jakarta, tes untuk mendapatkan SIM dilakukan di Samsat yang ada di ibukota. Salah satu kantor Samsat di Jakarta, berada di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Namun di negeri Paman Vladimir Putin, Rusia, ternyata tak semua warga di negara bekas pecahan Uni Sovyet bisa. Memiliki SIM. Ada warga dengan kriteria tertentu di Rusia yang dilarang memiliki SIM. Dan larangan ini, tak sekedar larangan yang sifatnya lisan. Tapi benar-benar larangan resmi yang dicantumkan dalam sebuah perundang-undangan. Mengenai ini, saya pernah baca berita dari sebuah koran nasional terbesar di Indonesia. Dalam berita yang dimuat koran tersebut dituliskan bahwa Rusia, negara berjuluk Beruang Merah, telah mengeluarkan sebuah perundang-undangan yang berisi tentang siapa saja yang boleh diberikan atau memiliki SIM di Rusia.

Mereka yang dilarang dapat SIM dan tak bisa mengemudi mobil di Rusia, adalah siapa pun yang didiagnosis memiliki orientasi seksual berbeda,misal seperti waria, homoseksual dan lesbian. Pengintip dan kaum pedofil pun jangan harap dapat SIM, apalagi bisa mengemudi mobil. Karena mereka pun masuk dalam daftar larangan mengemudi mobil. Penjudi dan kleptomaniak juga adalah orang-orang yang tak boleh nyetir mobil. Batasan dan larangan ini, telah memicu gelombang protes terutama dari para aktivis HAM. Tapi, UU itu telah diberlakukan pemerintahan Paman Putin awal Januari 2015.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel terkait: Arab Saudi Melarang Wanita Menyetir Karena Keperawanan.

Comment di sini