Memahami Dua Makna Blunder

by
February 23rd, 2015 at 4:06 pm

CiriCara.com – Bagi pecinta bola, pasti tahu istilah ini. Blunder kerap disebut dalam dunia olahraga, apalagi kalau ada pertandingan tim dunia seperti beberapa hari yang lalu. Namun, kata ini juga digunakan dalam bidang lain. Sebenarnya, apa arti blunder?

blunder

Blunder – Ist

Jika kita menelusuri Kamus Besar Bahasa Indonesia, terminologi ini memang tidak ada. Rupanya, istilah itu berasal dari Bahasa Inggris. Bentuknya dapat berupa kata benda maupun kata kerja. Blunder berarti kesalahan fatal yang terjadi karena tindakan bodoh atau membabi buta. Kata asing tersebut kemudian diserap penuh ke dalam Bahasa Indonesia seperti halnya radio dan internet.

Sepak Bola

Dalam dunia sepak bola, blunder biasa merujuk pada kesalahan yang dilakukan kiper (penjaga gawang) atau pemain lainnya. Contohnya, pada pertandingan antara Barcelona dan Malaga, Sabtu kemarin. Dani Alves, pemain belakang tim Barcelona melakukan blunder saat mengoper bola ke kipernya, Bravo. Umpan tersebut dianggap suatu kesalahan sehingga Juanmi, dari lawan, berhasil mengambil alih bola dan mencetak gol. Blunder ini kemudian membawa kemenangan 1-0 bagi Malaga. Atas kegagalan ini, Barcelona tidak dapat menaikkan peringkatnya. Klub yang juga disebut Barca tersebut tetap bertahan di peringkat dua.

Politik

Kata blunder kemudian juga berkaitan dengan topik politik. Fungsi media massa dalam memperkaya bahasa sangat berperan dalam hal ini. Istilah tersebut menempel pada tokoh-tokoh nasional terutama presiden. Kata ini pernah dikaitkan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan saat ini, Jokowi.

SBY pernah dianggap melakukan blunder saat gembar-gembor UU Pilkada 2014 lalu. Sebelumnya, Presiden ke-6 tersebut menyatakan partainya mendukung pemilihan secara langsung. Namun, perwakilan Partai Demokrat kemudian walk out atau keluar dari sidang Paripurna yang digelar pada bulan September. Syarat yang diajukan partai berwarna biru tersebut dianggap tidak terwadahi. Pemungutan suara kemudian memutuskan Kepala Daerah dipilih oleh DPRD.

Akhir-akhir ini, Presiden Jokowi juga dipandang melakukan tiga blunder dalam kasus Komjen Pol Budi Gunawan (BG) serta para pemimpin KPK. Pertama, calon kapolri yang diduga memiliki rekening gendut, merupakan ajudan Presiden Megawati pada tahun 2001-2004. Hubungan ini mengindikasikan kedekatan BG  dengan petinggi partai PDIP tersebut.

Kedua, Presiden ke-7 itu tidak melibatkan KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan dalam memilih BG. Namun, tindakan Jokowi dinilai telah memenuhi perundangan yang mengharuskan masukan dari Kompolnas saja.

Ketiga, keputusan memilih BG sebagai calon tunggal dinilai terlalu cepat, hanya beberapa jam untuk memilih calon-calon yang diajukan.

Penggunaan blunder dalam berita-berita politik membentuk makna yang berbeda dari blunder dalam sepak bola. Saya menangkap, blunder politik berarti: keputusan tidak populer yang diambil oleh pejabat terkait. Keputusan itu mencakup tahap-tahap yang dianggap janggal. Blunder kemudian merusak citra publik figur tersebut.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini