Apa Itu Drainase?

by
February 24th, 2015 at 11:03 am

CiriCara.com – Banjir, banjir, banjir, Jakarta banjir. Masalah drainase banyak disebut dalam bencana banjir yang menimpa ibukota. Apakah arti istilah ini? Bagaimana kaitannya dengan genangan air?

drainase

Contoh drainase yang baik – Ist

Istilah

Drainase kadang dijelaskan sebagai saluran untuk mengalirkan air buangan. Air tersebut bisa berasal dari hujan atau aktivitas rumah tangga seperti mandi dan mencuci. Namun, pengertian ini tidak sepenuhnya benar.

Menurut pakar, Dr. Ir. Suripin, M. Eng, drainase ialah mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan kelebihan air. Sistem ini meliputi jaringan di permukaan (melalui saluran) maupun di dalam tanah (melalui pipa). Sistem drainase juga mencakup tanggul dan area penangkap air seperti danau, sungai, serta anak sungai.

Saluran Drainase

Saluran drainase yang umum kita ketahui ialah got, parit, dan kanal. Ini merupakan saluran drainase buatan manusia. Got yang biasa berada di depan rumah kita dan di sepanjang jalan kecil, dengan lebar kurang dari 1 meter, merupakan saluran tersier.

Ada juga parit dengan lebar lebih dari satu meter. Saluran ini biasanya berada di jalan-jalan besar. Kadang, sampai harus dipasangi jembatan. Jaringan ini termasuk ke dalam saluran sekunder.

Di Indonesia, saluran pembuangan air masih terdiri dari satu jenis. Artinya, air hujan dan limbah rumah tangga melalui jalur yang sama. Di beberapa negara seperti Singapura, saluran air limbah dibedakan kemudian diolah kembali menjadi air bersih.

Bentukan alam seperti sungai juga merupakan saluran drainase. Air yang berasal dari saluran sekunder akan berujung pada kanal atau sungai yang merupakan saluran primer. Selanjutnya, air akan mengalir ke laut.

Hubungannya dengan Banjir

Agar aliran air tetap lancar, jagalah saluran drainase. Salah satu masalah drainase yang berasal dari manusia ialah membuang sampah sembarangan. Barang yang dibuang ke saluran drainase kecil mungkin masih terbawa arus. Namun, sampah itu akan terkumpul dengan sampah-sampah lainnya di satu titik kemudian menyumbat.

Membuang limbah cuci bekas deterjen dapat merangsang perkembangan tumbuhan seperti Eceng Gondok di beberapa titik. Koloni ini kemudian menghalangi jalannya air.

Pasir yang terbawa arus juga dapat menjadi masalah pada saluran kecil. Hal ini kemudian menuntut normalisasi atau pembersihan saluran drainase.

Perubahan cuaca, kerusakan hutan, dan pembangunan pada Ruang Terbuka Hijau (seperti taman) bisa menambah volume air di permukaan tanah. Ini karena curah hujan yang masuk ke dalam tanah atau tersimpan di pohon menjadi sedikit. Kalau sudah begini, ukuran saluran drainase tidak cukup lagi untuk mengalirkan air hujan dalam waktu pendek. Faktor manusia dan alam tersebutlah yang dapat menyebabkan banjir.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini