Apa itu Kejawen?

by
February 24th, 2015 at 3:19 pm

CiriCara.com – Kejawen merupakan golongan kepercayaan yang terutama dianut oleh kaum jawa oleh kesukuan Jawa dan atau bangsa lainnya yang tinggal dan menetap di Jawa. Golongan Kejawen merupakan praktek suatu filsafat atau falsafah dimana keberadaanya aja sejak orang Jawa itu ada.  Hal itu dapat diperlihatkan secara umum yang selalu melekat dan berdampingan dengan agama yang dianut pada zamanya dulu.  Adapun kitab-kibat kuno yang dijadikan pegangan oleh golongan Kejawen adalah naskah kuno yang tidak menegaskan bahwa Kejawen bukan merupakan suatu agama meskipun mempunyai tradisi lelaku. Akan tetapi Kejawenpun tidak dapat dilepaskan dari agama yang dianutnya, karena falsafah/filsafat Kejawen berlandaskan kepada aliran agama yang dianut oleh filsuf Jawa.

kejawen

Penganut salah satu aliran kejawen tengah beribadah di Candi Ceto – Ist/Kebudayaanindonesia.net

Sejak dahulu kala (penulis belum lahir), ada yang berpendapat bahwa orang Jawa mengakui Ke-esaan Tuhan sehingga pengakuan tersebut menjadi inti dari golongan ajaran Kejawen yaitu suatu prinsip yang berbunyi :”Sangkan Paraning Dumadhi” artinya bahwa ‘Darimana datang dan kembalinya hamba Tuhan”.

Dan juga mempunyai prinsip yang begitu bermakna di kalangan golongan Kejawen yaitu “Manunggaling Kawula lan Gusti” artinya bahwa “Bersatunya Hamba dan Tuhan” (ini perlu diterangkan secara jelas dan sedetil-detilnya), menurutnya dari Kemanunggalan atau bersatunya itu, maka ajaran kaum golongan Kejawen mempunyai misi sebagai berikut:

  1. Mamayu Hayuning Pribadhi (artinya :sebagai rahmat bagi diri pribadi)
  2. Mamayu Hayuning Kaluwarga (artinya : sebagai rahmat bagi keluarga)
  3. Mamayu Hayuning Sasama (artinya: sebagai rahmat bagi sesama manusia)
  4. Mamayu Hayuning Bhuwana (artinya: sebagai rahmat bagi alam semesta)

Kejawen sangat berbeda dengan kaum Abangan, karena menurutnya bahwa kaum golongan Kejawen itu relative taat dengan agamanya, dengan menjauhi segala larangan agamanya, juga melaksanakan perintah agamanya, akan tetapi menjaga jati dirinya sebagai individu pribudi yang memahami ajaran filsafat Kejawen yang memang mempunyai motivasi untuk taat terhadap Tuhannya. Tidak mengherankan jika ada Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Budha Kejawen, Kristen Kejawen, dan Kejawen Kapitayan (Kepercayaan) dengan tetap melaksanakan adat dan kebudayaannya masing-masing yang tidak bertentangan dengan agamanya.

Demikianlah tentang apa itu Kejawen, selamat membaca.

Catatan : Kejawen Islam, istilah orang yang islam yang berasal dari Jawa

Penulis: MasArif

Comment di sini