Banjir Bandang Terjang Sumbawa, 5 Desa Terendam

by
February 24th, 2015 at 8:40 am

CiriCara.com – Sabtu siang, 21 Februari 2015 pukul 12.40 WIB, Pak Sutopo Purwo Nugroho kembali mengirimkan broadcast messengernya. Kali ini ini informasi yang dikirimkan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam broadcast messengernya tentang peristiwa banjir bandang yang terjadi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

banjir bandang di manado

Banjir bandang – Ist

Menurut Pak Sutopo dalam broadcast messengernya, banjir bandang di Sumbawa telah membuat 1.637 KK mengungsi. Banjir kata Pak Sutopo, karena adanya tekanan rendah di sekitar Australia yang menyebabkan banyak massa udara yang ditarik ke wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan hujan lebat yang banyak turun di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dalam tiga hari terakhir. Banjir dan longsor pun terjadi di beberapa wilayah.

“Pada Jumat 20 Februari 2015, pukul 21.00 WIB terjadi banjir bandang di 4 desa yaitu Desa Labuan Jambu, Labuan Pidang, Banda, dan Batu Lanteh, Kecamatan Serano, Kabupaten Sumbawa NTB,” kata Pak Sutopo via broadcast messengernya.

Banjir kata Pak Sutopo telah menyebabkan 1.634 KK mengungsi. Pak Sutopo pun kemudian merinci jumlah pengungsi. Di Desa Labuan Jambu, sebanyak 500 KK mengungsi. Lalu di Desa Labuan Pidang, sebanyak 150 KK terpaksa jadi pengungsi. Kemudian di Desa Banda, tercatat sebanyak 387 KK yang mengungsi karena banjir. Terakhir sebanyak 500 KK mengungsi dari Desa Batu Lanteh.

Kerugian materil yang terdata akibat banjir bandang di Sumbawa, 6 unit rumah rusak berat di Desa Labuan Jambu, 2 unit rumah rusak berat di Desa Banda, di Desa Batu Lanteh, 4 Unit Rumah rusak berat, satu tiang listrik roboh dan tanggul sungai di Desa Labuan Jambu dilaporkan jebol sepanjang 30-40 meter. Kerusakan lainnya, mesin pompa Air PDAM rusak, sarana ibadah terendam, 3 unit Sekolah Dasar terendam dan 1 unit Motor hanyut. Selain itu, dilaporkan satu ekor sapi dan satu ekor kerbau hanyut. Ratusan hektar sawah juga terendam. Jalan kabupaten dan jalan lingkar rusak berat. Juga banyak gelondongan kayu masuk rumah warga. Saat ini listrik padam.

Pak Sutopo juga menceritakan kronologis terjadinya banjir. Menurut Pak Sutopo banjir disebabkan karena hujan deras dan air kiriman dari hulu. Saat ini, BPBD Kabupaten Sumbawa sudah turun ke lapangan melakukan evakuasi, pendataan dan pembagian logistik.

Sabtu pukul 20.27 Wib, Pak Sutopo kembali mengirimkan broadcast messenger. Pak Sutopo melaporkan, bahwa penanganan banjir bandang yang menerjang lima desa di Kecamatan Serano, Kabupaten Sumbawa NTB pada Jumat 20 Februari 2015 yang terjadi pukul 21.00 Wib, hingga saat masih terus dilakukan.

Pak Sutopo juga menginformasikan kerusakan akibat banjir dari masing-masing desa. Di Desa Labuan Jambu, 460 unit rumah terendam, 6 unit rumah hanyut, 49 sapi hanyut, 35 hektar lahan padi terendam, 15 hektar jagung terendam, 4 unit speed boat hanyut dan 2 unit perahu hanyut. Sementara di Desa Labuan Pidang, banjir yang menerjang telah membuat 6 unit rumah hanyut, 150 unit rumah terendam, 14 ekor sapi atau kerbau hanyut, 15 hektar lahan padi terendam, 10 hektar lahan jagung terendam dan 2 unit speed boat hanyut. Di Desa Banda, 2 unit rumah hanyut, 400 unit rumah terendam, 28 ekor sapi hanyut, 30 hektar padi dan 2 hektar jagung terendam, pagar sekolah dan kantor desa rusak.

Di Desa Batu Lanteh  kata Pak Sutopo dilaporkan 5 unit rumah hanyut, 150 unit rumah terendam, 3 ekor sapi hanyut dan 25 lahan padi terendam. Di Desa Labi Bontang, 10 unit rumah terendam, 10 ekor sapi hanyut, 20 ton garam hanyut dan 1 Unit pabrik garam rusak sedang.

Saat ini kata Pak Sutopo banjir sebagian sudah mulai surut. Tinggi banjir masih sekitar 70 cm. Kebutuhan mendesak adalah semua kebutuhan dasar bagi korban karena persediaan logistik di BPBD provinsi sudah habis. Korban memerlukan bantuan makanan siap saji, pakaian, selimut, minyak goreng, susu, obat-obatan dan lainnya.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini