Apa itu Suku Dayak?

by
February 25th, 2015 at 11:30 am

CiriCara.com – Jumlah suku di Indonesia memang sangat banyak dan berenaka ragam. Diantaranya adalah Suku Dayak, kata Dayak berasal dari ejaan lama yaitu “Dajak” atau “Dyaka” merupakan penduduk asli daerah pesisir pulau Borneo atau Kalimantan dan mendiami wilayah pedalaman termasuk wilayah Brunei, Malaysia yang terbagi menjadi Sabah dan Serawak.

suku dayak

Suku Dayak – Ist

Menurut Badan Pusat Statistik Republik Indonesia bahwa suku bangsa yang terdapat di Kalimantan terbagi menjadi tiga suku yaitu suku Banjar, suku Dayak dan suku non Dayak dan non Banjar. Dahulunya budaya masyarakat Dayak adalah budaya maritime atau bahari, dan hampir semua nama sebutan bagi orang Dayak mempunyai arti sebagai sesuatu yang berhubungan dengan perhuluan atau sungai, khususnya nama-nama rumpun dan nama kekeluargaanya.

Pada golongan Dayak terdapat enam rumpun yaitu rumpun Klemantan (Kalimantan), rumpun Iban, rumpun Apokayan atau dayak Kayan, Kenyah dan Bahau, rumpun Ot Danum-Ngaju, rumpun Murut, dan rumpun Punan. Tetapi pada hakekatnya rumpun-rumpun tersebut masing-masing memiliki kekerabatan di luar pulau Kalimantan.

Dari segi bahasa bahwa mempunyai beberapa bahasa yang beragama, seperti:

  • Barito raya memilik 33 bahasa termasuk 11 bahasa dari kelompok bahasa Madagaskar dan Sama-Bajau, termasuk satu suku yaitu Suku Paser
  • Dayak Darat memiliki 13 bahasa
  • Borneo Utara terdiri dari 99 bahasa, termasuk bahasa Yakan di Filipina serta suku yang sama dengan namanya sukunya sendiri yaitu Suku Tidung.
  • Sulawesi Selatan dituturkan 3 suku Dayak di pedalaman Kalbar, seperti Dayak Taman, Dayak Embaloh, Dayak Kalis disebut rumpun Dayak Banuaka.
  • Melayik dituturkan oleh Dayak Meratus/Bukit atau Banjar arkhais.

Adat istiadat suku Dayak mempunyai keragaman dan masih terpelihara hingga kini dengan baik, juga ilmu perdukunannya yang sampai sekarang masih cukup kuat.

  • Upacara Tiwah. Merupakan adat suku Dayak, upacara adat ini dilaksanakan untuk pengantaran tulang orang yang sudah meninggal ke Sandung yang sudah dibuat sebelumnya (Sandung = tempat rumah kecil yang diperuntukan bagi mereka yang sudah meninggal)
  • Supranatural. Dunia Supranatural bagi Suku Dayak memang sudah pernah ada sejak lama dan merupakan tradisi fenomenal suku Dayak. Perdukunan suku dayak banyak jenisnya seperti misalnya, Manajah Antang. Manajah antang merupakan media suku Dayak dalam mencari petunjuk seperti mencari keberadaan musuh yang sulit ditemukan dari para arwah leluhur dengan menggunakan media burung Antang, dimanapun musuh yang dicari maka akan diketemukan.
  • Mangkok Merah. Mangkok merah merupakan media persatuan Suku Dayak, bila mangkok merah itu beredar berarti pertanda bila orang Dayak merasa kedaulatannya dalam bahaya besar. Maka pimpinan suku Dayak akan mengeluarkan isyarat siaga atau perang berupa Mangkok Merah diedarkan dari kampong ke kampong secara cepat sekali. Beredarnya Mangkok Merah tidak sembarangan dilakukan, sebelum diedarkan sang pimpinan harus melakukan upacara adat untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berperang. Upacara tersebut dinamakan “Tariu” atau pemanggilan roh leluhur untuk meminta bantuan dan menyatakan perang.

Demikian tentang suku dayak dan tradisi-tradisinya, semoga mendapat pengetahuan tentang perdayakan.

Penulis: MasArif

Comment di sini