Apa itu Tata Kota?

by
February 25th, 2015 at 8:55 am

CiriCara.com – Banjir dan macet sering dihubungkan dengan tata kota. Istilah tersebut kerap muncul dalam topik terkait masalah perkotaan di Jakarta. Kedua problema ibukota itu disebut-disebut sebagai akibat dari kesalahan dalam tata kota. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan dua kata ini?

tata kota

Tata Kota – Ist

Tata Ruang

Tata kota merupakan spesifikasi dari tata ruang yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Menurut konstitusi tersebut, tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.

Tata Kota

Kota ialah kawasan yang memenuhi berbagai kriteria berbagai aspek. Mayoritas penduduk di area ini bekerja di bidang perdagangan, jasa, dan industri. Sarana di daerah ini terbilang lengkap, dengan adanya fasilitas kesehatan, pendidikan, perdagangan, hiburan, dan lain-lain.

Kualitas jalan serta angkutan pada kawasan perkotaan juga baik dan lebih lengkap.Luas daerah-daerah yang telah dibangun lebih besar dari pada lahan-lahan yang tidak dibangun untuk kebun, taman, rekreasi, dan sebagainya.

Dengan demikian, tata kota ialah penataan struktur dan pola ruang pada kawasan perkotaan. Ahli tata kota akan mengatur hal-hal fisik yang mencakup sarana dan infrastruktur (struktur ruang) dan penggunaan lahan (pola ruang).

Infrastruktur

Dalam tata kota, istilah ini merujuk pada jaringan-jaringan yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan kota. Infrastruktur kota terdiri dari jalan, angkutan umum, terminal, statsiun, pelabuhan, bandara, halte, dermaga, saluran pembuangan air hujan, jaringan irigasi, jaringan listrik, jaringan PDAM, jaringan telepon, tower, jaringan gas (belum umum di Indonesia), Tempat Pembuangan Sampah Sementara, Tempat Pembuangan Sampah Akhir, sarana pengolahan limbah dan sarana pengolahan tinja.

Ahli tata kota yang juga disebut perencana akan menghitung kebutuhan jaringan ini. Faktor utamanya ialah perkembangan jumlah penduduk yang akan datang. Jika penduduk meningkat maka kebutuhan akan air, energi, dan telekomunikasi juga akan meningkat. Begitu pula dengan sisa aktivitasnya seperti sampah. Jalan dan angkutan akan diprediksi dengan melihat kepadatan lalu lintas menggunakan rumus teknis.

Sarana

Melalui jumlah penduduk, mereka yang bergerak dalam bidang planologi (perencanaan tata ruang) akan menghitung berapa jumlah sekolah, sarana kesehatan, pusat perdagangan dan jasa, tempat ibadah, sarana hiburan, dan sarana olahraga yang harus dibangun beberapa tahun ke depan.

Penggunaan Lahan

Dokumen tata kota menetapkan berapa luas halaman yang harus ada di setiap gedung, begitu pula tinggi dan jumlah lantai yang diperbolehkan dan jaraknya dari lantai, sumber air, maupun bangunan lainnya. Perencana akan menghitung jumlah rumah yang dibutuhkan sehingga diperoleh berapa luas kawasan yang harus disiapkan. Ahli tata kota harus memastikan pembangunan seimbang dengan Ruang Terbuka Hijau dan melindungi kawasan bersejarah seperti candi dan bangunan kuno. Mereka juga berperan dalam mencegah kerusakan terhadap hutan lindung dan taman nasional atau kebun raya.

Berbagai Aspek yang Sinkorn

Untuk menentukan lokasi bangunan, perencana harus memastikan wilayah tersebut strategis. Lokasi harus mudah dicapai oleh pihak terkait. Selain itu, ia juga harus memastikan kondisi fisik lahan yang mungkinkan dari berbagai faktor seperti kemiringan, jenis tanah, dan keberadaan sumber air. Begitu juga dengan aspek sosial dan ekonomi bagi masyarkat sekitar, serta dampaknya terhadap lingkungan (misalnya limbah).

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini