Duh! 122 Kabupaten di Indonesia Masih Tertinggal

by
February 25th, 2015 at 3:12 pm

CiriCara.com – Sudah belasan tahun pelaksanaan Otonomi Daerah diterapkan di Indonesia. Di era otonomi, daerah diberi kewenangan besar untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Diharapkan dengan diberikannya otonomi, daerah bisa mandiri. Pemerataan pembangunan pun bisa direalisasikan. Dan, kesejahteraan masyarakat pun bisa terwujud.

daerah tertinggal

Daerah tertinggal – Ist

Seiring dengan pelaksanaan otonomi, kran pemekaran daerah pun ikut dibuka. Laju pemekaran tak terhindarkan. Daerah-daerah otonom baru bermunculan. Bahkan hingga kini usulan pemekaran sudah mengantri di DPR untuk dibahas. Sampai-sampai mantan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Profesor Djohermansyah Djohan, menyebut untuk soal pemekaran, Indonesia adalah juara dunianya.

Tercatat hingga 2015, jumlah kabupaten dan kota sebanyak 514 daerah. Pertanyaan pun menyeruak ke permukaan, seperti apakah wajah otonomi daerah hingga sekarang? Sejauh manakah kemajuan dari lima ratusan lebih daerah otonomi tersebut?

Sebuah fakta miris terungkap. Dari 514 kabupaten dan kota sebanyak 122 daerah di antaranya masih berstatus daerah tertinggal. Atau dalam kata lain, 122 daerah masih berkategori tertinggal. Data tentan 122 daerah tertinggal itu diungkapkan Mas Marwan Jafar. Mas Marwan sendiri adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) di kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla. Sebelum jadi menteri, Mas Marwan adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang sekarang dinakhodai Mas Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin.

Pernyataan Mas Marwan tentang 122 kabupaten/kota tertinggak itu saya baca di kolom Nama dan Peristiwa, kolom khas halaman terakhir Koran Kompas, sebuah koran dengan oplah terbesar di Indonesia milik Grup Gramedia. Mengutip pernyataan Mas Marwan di kolom Nama dan Peristiwa, Koran Kompas, sebagian besar kabupaten/kota yang masuk kategori daerah tertinggal berada di kawasan Indonesia Timur.

Ketertinggalan mereka menurut Mas Marwan terutama dari segi infrastruktur dan sumber daya manusianya. Kementerian yang dipimpin Mas Marwan sendiri menargetkan minimal 50 kabupaten/kota bisa dientaskan dari ketertinggalannya. Sehingga kawasan Inonesia Timur daya saingnya setara dengan Kawasan Indonesia Bagian Barat. Harus diakui kata Mas Marwan, selama ini kawasan Indonesia Timur seakan dianaktirikan , padahal kawasan ini selain kaya dengan sumberdaya juga potensial jadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini