Program Unik Bupati Purwakarta

by
February 25th, 2015 at 8:21 am

CiriCara.com – Sekarang ini, di era Otonomi Daerah atau Otda, hampir semua Bupati atau Wali Kota, berlomba-lomba mengeluarkan program populisnya. Misalnya ketika satu daerah membuat program pendidikan gratis dan berhasil, hampir semua daerah kemudian menirunya. Semakin program itu disukai atau diterima warga, semakin program itu jadi favorit semua kepala daerah. Apalagi, itu tak lepas dari kepentingan para kepala daerah yang biasanya maju lagi dalam pemilihan di periode berikutnya.

bupati purwakarta

Program toilet di setiap kelas – RmolJabar

Menurut para pengamat politik, program-program populis yang dikeluarkan atau dibuat para kepala daerah, tak semata demi memenuhi kebutuhan publik, tapi juga untuk investasi politik kepala daerah bersangkutan. Bila program yang dikeluarkan itu disukai atau bahkan dipuji-puji warga tentu itu modal politik berharga bagi kepala daerah, ketika ia hendak maju lagi ke gelanggang pemilihan. Karena bisa saja oleh rakyat di daerah itu ia dianggap kepala daerah yang berhasil, pro rakyat, mengerti kebutuhan masyarakat dengan program populis yang dikeluarkannya. Tapi terlepas dari motif politik yang melatari program populis itu, kepala daerah memang punya kewajiban ‘memanjakan’ rakyatnya. Rakyat yang harus diutamakan, terutama hak-hak dasar rakyat seperti pendidikan dan kesehatan.

Di antara sederet program populis yang dikeluarkan para kepala daerah, saya mencatat ada sebuah program menarik yang dikeluarkan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Program menarik Bupati Dedi saya ketahui, setelah membaca sebuah ulasan berita di satu majalah. Program menarik Bupati Dedi itu, yaitu Program Satu Kelas Satu Toilet.

Jadi dalam program itu, Bupati Dedi mengharuskan setiap satu ruangan kelas di lengkapi satu ruangan toilet plus wastafel. Jadi para siswa, tak perlu mengantri ketika hendak buang hajat. Para siswa pun tak lagi harus keluar ruangan untuk sekedar pipis. Guru pun bisa mengawasi para siswa. Karena kerapkali, ruangan toilet sekolah yang biasanya terletak di belakang dipakai siswa untuk kegiatan tak sebagaimana mestinya.

Dari berita yang saya baca, program satu toilet satu kelas ala Bupati Purwakarta, telah diterapkan di 100 sekolah dasar yang ada di kabupaten tersebut. Anggaran untuk program itu diambil dari APBD Kabupaten Purwakarta. Anggarannya lumayan besar. Untuk besaran anggarannya, menurut Bupati Dedi, pembangunan kelas plus toilet dan wastefel, dua kali lipat dari pembangunan satu ruang kelas tanpa toilet. Ia mengilustrasikan bila untuk satu kelas tanpa toilet biayanya 80 jutaan, maka untuk kelas lengkap dengan toilet dan wastafel, biaya yang dihabiskan mencapai 160 jutaan.

Dari 100 sekolah dasar yang sudah digarap dalam program tersebut, tercatat sudah 700 ruang kelas yang telah dilengkapi toilet dan wastafel. Bupati Dedi sendiri menargetkan, semua sekolah bisa tersentuh program tersebut. Program menarik lainnya dari Bupati Dedi, para siswa diwajibkan bawa bekal dari rumah yang dimasak para orang tuanya. Karenanya Bupati Dedi melarang ada kantin di sekolah. Tujuannya, siswa tak jajan makanan di sekolah.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini