Keunikan Batu Sungai Dareh (BSD)

by
February 26th, 2015 at 2:15 pm

CiriCara.com – Negara kita Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sungguh luar biasa, disamping batu bara, emas, minyak bumi dan lain sebagainya. Begitupula dengan kekayaan alam yang sedang inn seperti Batu Mulia, kini batu mulia sangat marak di negara kita, batu bacan, kalimaya, pirus, mata kucing, batu sisik naga, dan batu mulia jenis akik lainnya.  Dan satu lagi batu mulia yang kini kian menggema seantero Nusantara yaitu Batu Sungai Dareh asal Dharmasraya, Batu ini sangat dikenal sebagai batu lumut atau giok Sumatera.

batu sungai dareh

Batu Sungai Dareh (BSD) – Ist

Batu Sungai Dareh (BSD) kabarnya banyak para pejabat daerah dan pusat memiliki batu seperti ini, dari politis, mantan presiden RI bahkan Mendagri Gamawan Fauzi juga memakai batu BSD tersebut. Selain itu presiden Amerika Serikat juga memakai Batu Sungai Dareh di jari manisnya dan merupakan hadiah dari Presiden SBY saat mampir ke Jakarta.

BSD atau Batu Sungai Dareh mungkin memilik keistimewaan tersendiri karena mungkin volume kekerasan batu ini mencapai 7 Scala Moch sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi para kolektor sebagai pemburu batu-batu mulia dan antik. Diyakini bahwa aura batu tersebut memancarkan nilai positif bagi yang memakainya. Oleh sebab itu harga jual batu tersebut cukup tinggi apalagi setelah diubah bentuk menadi mata cincin atau mata kalung, khususnya bagi mereka pengkolektor batu mulia.

Keterkenalan batu ini sudah beredar sekitar 50 tahun yanga lalu, namun pada waktu itu, namun dalam waktu 10 tahun terakhir ini popularitasnya terus menanjak hingga harganyapun ikut-kutan melambung tinggi. Keberadaan BSD ini sudah menyebar sampai ke Pulau Jawa, Kalimatan bahkan Medan dan Pekanbaru. Harga batu tersebut dengan ukuran 2 hingga 40 gram berkisar dari Rp.100.000 sampai jutaan rupiah. Warna BSD setidaknya ada 68 warna, jenis BSD yang sangat populer seperti kumbang jati dan pucuk pisang, batu ini mempunyai kesamaan warna yaitu dengan kopas, giok, yakub dan jamrud.

Asal batu tersebut berasal dari Sungai Dareh hingga akhirnya batu tersebut dinamakan Batu Sungai Dareh, menurut cerita warga sekitar bahwa Sungai Dareh adalah aliran yang berasal dari aliran air Rawang Laweh, bila turun hujan sungai ini mampu menghanyutkan kerbau. Oleh kerana itu masyaraka sekitar sungai membuat aliran ke Sungai Batang Hari dan sekaligus sebagai media untuk mengairi sawah. Sebelumnya masyarakat sangat sulit untuk menyeberangi sungai tersebut, namun lambat laun sekarang sudah dibangun Jembatan penghubung antara Pulau Punjung ke Sungai Dareh.

Demikian tentang BSD atau Batu Sungai Dareh yang cukup terkenal, Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Comment di sini