Utang Indonesia Sudah Mencapai 3.745 Trilyun

by
February 26th, 2015 at 11:35 am

CiriCara.comHidup dengan banyak utang, tentu tak mengenakan. Tidur pun dipastikan tak nyenyak. Makan tak nikmat. Apalagi, bila penghasilan tidak sebanding dengan dengan pengeluaran, ditambah utang, maka hidup seperti sebuah perusahaan yang benar-benar bangkrut total. Benar-benar terpuruk. Nasib benar-benar jatuh terjerembab pada titik nadir yang paling dalam. Karena itu camkan dan terapkanlah nasehat orang bijak bestari, hemat pangkal kaya.

uang indonesia

Uang Indonesia – Ist

Nasehat itu bukan sembarang nasehat. Tapi sebuah naseha sarat makna, bahwa kita harus hidup sesuai kebutuhan dan tak berlebihan. Jangan mengumbar nafsu. Penuhi kebutuhan sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri, bila kemampuan belum memadai. Karena itu, orang tua selalu bilang rajinlah menabung dan jangan menernak utang. Bila utang bertumpuk, akan banyak mimp-mimpi besar kita yang akan tergadai. Boleh jadi, mimpi itu akan menguap begitu saja, karena kita tak menghitung cermat kemampuan yang dimiliki.

Karena utang pula, sekarang pemerintah benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Pajak digenjot, agar kas negara bertambah. Bahkan, rapat pun tak boleh lagi di hotel, biar ada dana yang bisa dihemat dan dapat dipakai untuk kebutuhan yang lebih urgen bagi rakyat. Semua itu dilakukan, karena anggaran negara memang tak bisa lepas dari defisit. Defisit yang salah satu penyebabnya datang dari tumpukan utang.

Ya, utang kita (Indonesia) jumlahnya tak main-main. Bila terus bertumpuk, terus pula di tambah, boleh jadi Indonesia akan seperti Yunani, negeri di daratan Eropa yang terancam bangkrut. Meski Bank Indonesia sendiri menyatakan, walau punya utang bertumpuk, Indonesia masih aman

Pertanyaannya sekarang, berapa sebenarnya utang Indonesia? Terutama utang luar negeri kita. Saya kira rakyat sebagai pemegang saham terbesar republik ini, perlu tahu postur utang kita. Apakah sudah lampu merah? Ataukah, kita masih bisa bernafas lega dan menaruh harapan, bahwa Indonesia akan lebih baik lagi kedepan?

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia melansir datanya tentang utang luar negeri Indonesia. Dalam datanya, Bank Indonesia melaporkan posisi utang per Desember 2014, utang luar negeri pemerintah dan bank sentral jumlahnya mencapai utang 129,7 milyar dollar Amerika Serikat atau 44,3 persen dari total utang luar negeri Indonesia. Sementara utang luar negeri swasta jumlahnya sebesar 162,8 milyar dollar Amerika Serikat atau 55,7 persen dari total utang luar negeri. Jadi total utang luar negeri kita, gabungan utang pemerintah dan swasta mencapai 292,5 milyar dollar.

Maka dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat Rp. 12.800 per dollar Amerika Serikat, total utang Indonesia jika dirupiahkan mencapai 3.745 trilyun. Dalam datanya, Bank Indonesia juga merinci utang luar negeri per sektor. Untuk sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan pada 2013 total utang mencapai 7,5 milyar dollar Amerika Serikat. Sementara total utang sektor tersebut pada 2014 mencapai 7,9 milyar dollar AS.

Sementara total utang sektor pertambangan dan penggalian pada 2013 sebesar 26,4 milyar dollar. Pada 2014, total utang mencapai 26,4 milyar dollar. Utang sektor industri pengolahan pada 2013 29,6 mencapai milyaar dollar. Pada 2014, total utang di sektor ini mencapai 32,5 milyar dollar.

Utang sektor listrik, gas dan air bersih pada 2013 totalnya sebesar 17 milyar dollar. Sementara total utang sektor ini pada 2014 mencapai 18,5 milyar dollar. Utang sektor bangunan pada 2013, mencapai 497 juta dollar. Pada 2014, sektor ini total utangnya mencapai 792 juta dollar. Sedangkan total utang sektor perdanganan, hotel, restoran pada 2013 sebesar 7,7 milyar dollar. Pada 2014 total utang sektor ini melonjak jadi 9,4 milyar dollar.

Total utang sektor pengangkutan dan komunikasi, pada 2013, sebesar 10,2 milyar dollar. Pada 2014, total utang meningkat menjadi 12,2 milyar dollar. Total utang sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan juga mengalami peningkatan. Pada 2013, total utang sebesar 37,4 milyar dollar. Pada 2014, total utang merangkak naik menjadi 47,5 milyar dollar. Utang sektor jasa juga mengalami peningkatan. Pada 2013, total utang untuk sektor ini mencapai 975 juta dollar. Pada 2014, total utang meningkat jadi 1,2 milyar dollar. Terakhir utang sektor lain juga meningkat dari 5,1 milyar pada 2013 menjadi 6,1 milyar dollar pada 2014.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini