Apa itu Abangan?

by
February 27th, 2015 at 8:40 am

CiriCara.com – Golongan Abangan merupakan kaum atau kelompok orang yang berpenduduk asli Jawa Muslim tetapi mempraktikan versi lain yang lebih sinkretis bila dibandingkan dengan kaum santri yang lebih fundamental. Golongan abangan mulai digunakan kali pertama oleh Clifford Geertz, akan tetapi saat ini namanya bergeser menjadi Abangan, karena lebih cenderung mengikuti sistem kepercayaan lokal yang disebut “Adat” dan sudah mendarah daging sejak lama. Dalam sistem kepercayaan tersebut terhadap beberapa campuran tradisi-tradisi seperti Budha, Hindu dan Animisme.

muslim

Ilustrasi – Ist

Menurut cerita legenda dari masyarakat setempat bahwa kata ‘abangan’ berasal dari bahasa Arab “aba’an” karena lidah orang Jawa khususnya jawa bagian barat, sulit untuk menyebutkan huruf ‘ain mengadi ‘ngain’. Arti “aba’an” adalah “yang tidak konsekuen” atau “meninggalkan”, jadi dapat disimpulkan bahwa para ulama dahulu memberikan suatu julukan kepada orang yang masuk Islam tetapi tidak menjalankan syariat (bahasa Jawa = sarengat), dinamakan kaum “aba’an” atau “abangan”

Lahirnya golongan abangan ini yang khususnya di Jawa tidak lepas dari struktur keislaman di Jawa pada waktu itu.  Contohnya di pantai utara misalnya, dimana pada daerah itu terdapat kebudayaan Hindu yang kurang begitu berpengaruh. Sedangkan Islam lebih kuat dan mampu bertoleransi dan menerobos dalam kehidupan sosial kemasyarakatan pada paguyuban santri. Sebaliknya ditempat-tempat dimana kaum Hindu masih kuat pengaruhnya dan menyebarkan ajarannya. Sedangkan Islam cenderung mencari kompromi dengan masyarakat sekitar.

Menurut pendapat orang Jawa sendiri bahwa golongan abangan merupakan padanan bukan antithesis bagi golongan santri. Istilah santri dan abangan hanyalah menunjuk kepada dua varian religious dalam kebudayaan Jawa. Penggolongan secara horizontal antara keduanya merupakan kategori yang bersifat nisbi, kiprah dari golongan abangan ini dalam perpolitikan di Indonesia diwakili oleh partai terlarang pada waktu itu.Karakteristik Masyarakat Abangan

Adapun masyarakat abangan mempunyai kriteria sebagai berikut:

  • Upacara penyembahan roh halus
  • Upacara cara bercocok tanam
  • Upacara tata cara pengobatan
  • Upacara slametan (kendurian)
  • Upacara sedekah bumi

Bagi kaum abangan bahwa penghormatan kepada arwah leluhur (pendiri desa) sama pentingnya dengan penghormatan kepada kuburan suci yang dianggap keramat. Begitu juga dengan kepercayaan terhadap dukun, karena dukun dianggap mampu mengendalikan roh-roh yang menjadi media keinginan dan hasrat seseorang. Kaum abangan juga menyukai ‘ngelmu” dengan kepercayaan yang penuh terhadap “ngelmu” tersebut maka ia akan mendapatkan kekuasaan, keagungan, kekuasaan, keselamatan.

Demikian tentang kaum abangan, tradisi-tradisi yang dilakukan oleh golongan tersebut. Selamat membaca.

Penulis: MasArif

Comment di sini