Apa itu Bangsa Samin?

by
February 27th, 2015 at 2:01 pm

CiriCara.com – Di Indonesia terdapat ajaran samin atau Saminisme. Masyarakat samin merupakan keturunan para pengikut Samin Surosentiko yang mengajarkan tentang “Sedulur Sikep”, dimana dulunya mengorbankan semangat perlawanan terhadap Belanda, dalam bentuk lain di luar kekerasan, misalnya : tidak mau membayar pajak, menolak segala peraturan Belanda.

samin

Komunitas Samin – Ist/Merdeka.com

Masyarakat Samin sejak lama sudah mengisolasikan diri, tetapi sekitar tahun 1970an, mereka baru mengetahui bahwa Indonesia sudah Merdeka. Pensebaran kelompok Samin ini sampai ke Jawa Tengah akan tetapi konsentrasi terbesarnya di desa Klopoduwur kawasan Blora Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur yang masing-masing bermukim di kedua perbatasan tersebut.

Populasi mereka tidak begitu banyak dan tinggal di area pegunungan Kendeng. Kelompok Samin lebih suka disebut dengan “Wong Sikep” karena kata “Samin” anggapan mereka sebagai kelompok yang lugu, tidak suka mencuri, menolak membayar pajak dan acapkali menjadi bahan guyonan terutama di kalangan masyaraka Bojonegoro. Pokok ajaranya adalah Samin Surosentiko atau Raden Kohar berkelahiran desa Ploso Kedhiren Randublatung sekitar tahun 1859, meninggal ketika diasingkan di Padang sekitar tahun 1914.

Ajaran Saminisme mempunyai lima prinsip-prinsip yang hingga kini masih dipertahankan, seperti:

  • Tidak bersekolah.
  • Tidak mengenakan peci, tapi hanya memakai ‘iket’ mirip orang jawa zaman dahulu.
  • Tidak berpoligami
  • Tidak memakai celana panjang tetapi pakai celana selutut
  • Tidak berdagang, dan
  • Menolak semua kapitalisme

Adapun pokok-pokok ajaran Saminisme, adalah sebagai berikut:

  • Agama merupakan senjata atau pegangan hidup, aliran Samin tidak membedakan agama, oleh karenanya orang Samin tidak akan pernah mengingkari atau membenci agama yang penting perilaku dalam hidupnya.
  • Dilarang mengganggu orang, dilarang bertengkar, jangan suka iri hati, dan jangan mengambil milik orang lain.
  • Bersikap sabar dan jangan sombong
  • Manusia hidup yang memahami tentang kehidupannya, sebab hidup adalah dengan roh dan hanya satu, dibawa abadi selamanya. Menurut aliran Samin, roh orang yang meninggal tidaklah meninggal, namun hanya menanggalkan pakaianya.
  • Berbicara harus bisa menjaga mulut, jujur dan saling menghormati, berdagang bagi orang Samin dilarang karena dalam perdagangan terdapat unsur “ketidakjujuran”, juga tidak boleh menerima sumbangan dalam bentuk uang.

Demikian tentang Samin, selamat membaca

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Apa itu Suku Asmat?, Apa itu Suku Maya?, Apa itu Suku Maori?

Comment di sini