Apa itu Mesin Pencetak 3D?

by
February 27th, 2015 at 10:06 am

CiriCara.com – Kamu yang lagi berkutat dengan tugas akhir, pasti akrab dong dengan mesin pencetak alias printer. Tapi kamu udah tahu belum ada mesin pencetak yang bisa “menciptakan” bentuk seperti kloning dari aslinya? Mesin pencetak 3-D merupakan satu dari sekian banyak bukti perkembangan teknologi mutakhir yang telah muncul. Teknologi ini sudah mulai dikembangkan selama kurang lebih 30 tahun.

3d

Mesin Pencetak 3D – Ist

Cara kerja pencetak 3-D sangat mirip dengan pencetak komputer yang biasa kamu gunakan. Tetapi, bukan dengan tinta, alat ini “mencetak” dengan plastik, lilin, resin, kayu, beton, emas, titanium, dan serat karbon. Pencetak 3-D menyusun material lapis demi lapis, seperti cairan, pasta atau bubuk untuk membentuk benda padat dengan perspektif 3-D. Suatu benda yang tidak hanya dapat dilihat namun dapat dipegang dan yang memiliki volume. Ada yang mengeras sendiri, ada pula yang dilekatkan dengan panas atau cahaya. Benda hasil pencetakan 3-D salah satunya ialah action figure.

Additive Manufacturing (AM), istilah lain dari mesin pencetak 3-D dapat membuat benda yang rumit secara geometris dengan detail yang cukup serupa dengan aslinya. Diperlukan software khusus jikalau seseorang hendak mengoperasikan AM, fungsinya untuk membaca file objek 3-D per layer. Informasi layer yang terbaca diteruskan ke printer untuk dapat dicetak layer demi layer. Ketelitian hasil cetakan ini pula yang memungkinkan pencetak 3-D membuat benda-benda yang belum pernah dibuat.

Teknologi terus dikembangkan. Meski AM jauh lebih canggih dibanding pendahulunya, yaitu manufaktur tradisional. Namun, proses pencetakan AM lebih lambat. Untuk menghasilkan ukuran 1.1 inchi dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Oleh karena itu, teknologi ini terus dikembangkan agar dapat memproses cetakan lebih cepat dengan resolusi tinggi dan jenis material yang lebih beragam.

Teknologi cetak 3-D dinilai mampu meningkatkan efektivitas produksi di berbagai sektor industri. Beberapa diantaranya adalah industri manufaktur dan dunia medis. Pada dunia kedoteran pencetak 3-D digunakan untuk tujuan penyaringan obat, regenerasi, dan akhirnya, cangkok organ (yang dicetak dari sel pasien). Seperti Tim peneliti Harvard University telah mencetak jaringan hidup yang dilintasi pembuluh darah.

Akan tetapi masih terdapat beberapa kendala untuk mengadopsi teknologi ini. Kendala tersebut misalnya, harga per unit mesin cetak 3-D masih tergolong mahal mulai dari puluhan bahkan hingga ratusan juta selain itu masih minimnya sumber daya manusia yang belum menguasai atau bahkan mengenal software 3-D. Karena untuk mencetak sesuatu dalam bentuk 3-D seseorang harus memiliki file dalam format 3-D, yaitu (*.STL).

Penulis: Sihaan Rona

Comment di sini