Hal yang Sering Terlupakan dalam Persiapan Pra-Nikah

by
February 27th, 2015 at 9:31 am

CiriCara.com – Ketika persiapan pernikahan umumnya para calon pengantin cendrung lebih memikirkan persiapan teknis. Apalagi para insan yang memilih menikah di usia yang cukup muda, mereka biasanya lebih tertarik untuk mengkonsep resepsi, pakaian yang akan digunakan, memilah jenis-jenis makanan yang akan dihidangkan, souvenir, foto pra-wedding, dan lain sebagainya.

kb

Keluarga berencana – Ist

Satu hal sering terluput dari benak, meskipun hal tersebut nyatanya akrab terdengar di kehidupan. Orang-orang muda malah memilih menenggelamkan diri mereka hanya pada persiapan pra-nikah tetapi lupa mengenai realitas sesungguhnya yang kelak akan dihadapi sepanjang hidup pernikahan.

Siapa yang belum pernah dengar istilah “KB”? Ya, Keluarga Berencana. Reklamenya bertebaran dimana-mana dalam berbagai bentuk, entah itu pariwara di media elektronik, cetak, iklan luar ruang, dll. Setiap orang juga enggak mungkin enggak hapal dengan taglinenya, “dua anak cukup”. Tapi tahukah kamu, KB (Keluarga Berencana) atau secara internasional biasanya diistilahkan family planning bukan hanya sekedar pembatasan jumlah anak.

Walaupun masih muda kita juga perlu memahami mengenai KB. Apalagi kamu yang memang punya rencana menikah dalam waktu dekat. Selain itu KB juga memberi banyak manfaat bukan hanya untuk kelangsungan hidup suatu bangsa tetapi juga untuk kehidupan kamu secara pribadi. Menurut Undang-undang No.52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada pasal 1 ayat 8, dijabarkan keluarga berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Hingga kini mungkin masih ada pertentangan mengenai upaya pengaturan jumlah kelahiran anak. Beberapa orang yang masih konvensional mengira bahwa ini merupakan upaya untuk membatasi ciptaan TUHAN. Namun, kalau kita resapi sebenarnya upaya tersebut tidaklah melawan hukum dan moral Pancasila, toh manfaatnya sangat baik, yaitu untuk menciptakan keluarga sejahtera. Dengan memiliki jumlah anak yang ideal dalam suatu keluarga diharapkan orang tua dapat bertanggung jawab memberikan penghidupan layak bagi perkembangan anak.

Jadi, sekarang sudah mulai paham kan bahwa KB itu bukan sekedar upaya pengaturan kehamilan tetapi memiliki tujuan yang memberi manfaat sangat baik demi mewujudkan keluarga bahagia sejahtera dan berkualitas. Keluarga berkualitas itu keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, punya jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kalau di kehidupan pernikahan kamu memiliki keluarga kecil sejahtera baik secara jasmani dan rohani. Otomatis secara pribadi batin kamu juga pasti penuh sukacita.

Penulis: Sihaan Rona

Comment di sini