Indonesia Juga Pernah Punya Perdana Menteri

by
February 27th, 2015 at 3:10 pm

CiriCara.com – Sistem Presidensial, adalah sistem yang kini diterapkan oleh Indonesia. Atau dalam kata lain, Presidensial, adalah sistem pemerintahan Indonesia. Dalam sistem presidensial, Presiden adalah kepala pemerintahan. Presiden adalah orang nomor satu dalam struktur pemerintahan. Dalam sistem presidensial, Presiden selain menjadi kepala pemerintahan, juga merangkap sebagai kepala negara.

bendera Indonesia

Bendera Indonesia – Ist

Dan, sejarah pun mencatat, sudah tujuh Presiden yang pernah jadi kepala pemerintahan dan kepala negara di negeri ini. Presiden pertama adalah Soekarno, yang kemudian digantikan oleh Soeharto sebagai Presiden kedua. Soeharto turun, naik Habibie yang menjadi Presiden RI ketiga. Setelah Habibie, Presiden berikutnya adalah KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur yang dicatat sebagai Presiden keempat. Presiden RI kelima adalah Megawati Soekarnoputri yang naik jadi Presiden setelah menggantikan Gus Dur yang diturunkan di tengah jalan.

Kemudian, setelah menang dalam pemilihan presiden yang pertama kali dilakukan secara langsung pada 2004, Susilo Bambang Yudhoyono resmi menggantikan Megawati sebagai Presiden RI keenam. Yudhoyono pensiun, naik Joko Widodo atau Jokowi yang dicatat sebagai Presiden ketujuh. Tapi ternyata, sejarah pemerintahan Indonesia juga mencatatkan bahwa negeri ini pernah memiliki Perdana Menteri. Perdana Menteri adalah kepala pemerintahan dalam sistem parlementer. Jadi, sistem parlementer, pernah mewarnai sejarah pemerintahan Indonesia.

Sutan Sjahrir, Amir Sjarifoeddin, Mohammad Hattaa, Mohammad Natsir, Soekiman, Wilopo, Ali Sastroamidjojo,Burhanuddin Harahap dan Djoeanda Kartawidjaja adalah sederet nama yang pernah menjadi Perdana Menteri di Indonesia. Posisi Perdana Menteri pernah ada dari tahun tahun 1945 hingga tahun 1959, yang kemudian dihapuskan setelah Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada 5 Juli 1959. Setelah dekrit itu, posisi Perdana Menteri hilang dalam sistem pemerintahan Indonesia hingga sekarang. Menurut catatan sejarah, ada 11 tokoh yang pernah menjabat Perdana Menteri di Indonesia

Sutan Sjahrir, adalah salah satu tokoh yang pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia. Sjahrir menjadi Perdana Menteri dengan masa jabatan dari 14 November 1945 sampai 2 Oktober 1946. Kabinet yang dipimpin Perdana Menteri Sjahrir disebut kabinet Sjahrir. Kemudian tokoh lainnya yang pernah jadi Perdana Menteri, adalah Amir Sjarifoeddin. Amir jadi Perdana Menteri dari tanggal 3 Juli 1947 sampai 29 Januari 1948.

Setelah Amir, jabatan Perdana Menteri dijabat oleh Mohammad Hatta dengan masa jabatan 29 Januari 1948 sampai 6 September 1950. Setelah Hatta, Perdana Menteri berikutnya adalah Soesanto Tirtoprodjo yang menjabat dari 20 Desember 1949 hingga 21 Januari 1950. Status Soesanto ketika itu penjabat Perdana Menteri. Kemudian, Perdana Menteri selanjutnya adalah Abdoel Halim dengan masa jabatan sebagai Perdana Menteri dari tanggal 21 Januari 1950 sampai 6 September 1950.

Mohammad Natsir, adalah Perdana Menteri berikutnya. Natsir jadi Perdana Menteri dari tanggal 6 September 1950 sampai 27 April 1951. Setelah Natsir, yang jadi Perdana Menteri adalah Mohammad Sukiman Wirjosandjojo. Masa jabatan Sukiman dari tanggal. 27 April 1951 sampai dengan 3 April 1952. Sukiman turun digantikan Wilopo. Wilopo jadi Perdana Menteri dengan masa jabatan mulai dari 3 April 1952 sampai 30 Juli 1953.

Ali Sastroamidjojo adalah Perdana Menteri berikutnya yang menjabat dari tanggal 30 Juli 1953 sampai 12 Agustus 1955. Setelah Ali yang jadi Perdana Menteri adalah Burhanuddin Harahap dengan masa jabatan 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956. Sejarah mencatat, Burhanuddin ‘jatuh’, kembali Ali Sastroamidjojo yang diangkat jadi Perdana Menteri. Untuk jabatan yang kedua, Ali menjadi Perdana Menteri dari tanggal 24 Maret 1956 sampai 9 April 1957.

Terakhir yang jadi Perdana Menteri adalah, Djuanda Kartawidjaja dengan masa jabatan dari tanggal 9 April 1957 sampai dengan 9 Juli 1959. Setelah Djuanda, tak ada lagi yang jadi Perdana Menteri.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini