Terdapat 315 Kabupaten atau Kota yang Rawan Banjir

by
February 27th, 2015 at 9:48 am

CiriCara.com – Menjelang akhir tahun, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selalu rutin mempublikasikan laporan akhir tahunnya. Laporan akhir tahun yang dipublikasikan terkait dengan kebencanaan yang memang jadi kewenangan lembaga tersebut. Jelang berakhirnya tahun 2014, kembali melansir laporan akhir tahunnya. Kali ini yang jadi sorotan utama BNPB dalam laporan akhir tahunnya adalah tentang banjir dan longsor.

banjir bandang di manado

Banjir bandang – Ist

Mengutip laporan akhir tahun BNPB, potensi banjir dan longsor makin meningkat. Kian meningkat ketika memasuki puncak musim penghujan. Karena itu, antisipasi harus disiapkan agar penanganan bencana menjadi lebih baik. Namun menurut BNPB, saat ini, bencana masih dilihat sebagai ad-hoc. Artinya hanya fokus saat tanggap darurat. Setelah itu lupa. Padahal pengurangan risiko bencana adalah investasi dalam pembangunan. Korban jiwa dan kerugian harta bencana dapat diminimumkan. Negara hadir dan melindungi rakyatnya bukan hanya saat terjadi bencana. Tetapi saat pencegahan, kesiapsiagaan dan pasca bencana juga harus hadir di tengah-tengah rakyat.

Dalam laporan akhir tahunnya, BNPB mengakui bila wilayah Indonesia memang rawan banjir dan longsor. Menurut badan tersebut, merujuk pada peta bencana di Indonesia terdapat 315 kabupaten atau kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari banjir dengan jumlah penduduk 61 juta jiwa di daerah tersebut. Dalam laporannya, BNPB juga mencatat daerah yang rawan longsor. Data BNPB mencatat untuk longsor ada 274 kabupaten atau kota yang berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor dengan jumlah penduduk 124 juta jiwa di daerah tersebut.

Kata BNPB dalam laporannya, banyak faktor yang menyebabkan banjir dan longsor. Bukan hanya hujan deras. Hasil resultan dari dampak perubahan iklim global, perubahan penggunaan lahan, bertambahnya jumlah penduduk, urbanisasi, kemiskinan, kerentanan, dan sebagainya yang menyebabkan banjir dan longsor meningkat.

Laporan BNPB juga mengungkap dampak banjir dan longsor. Menurut BNPB, dampak bencana banjir dan longsor cukup besar besar. Selama kurun waktu 1815-2014 terdapat 8.501 kejadian banjir dan longsor yang cukup besar. Dampaknya 31.432 orang tewas, 20,7 juta mengungsi dan menderita, dan ratusan ribu rumah rusak. Pada tahun 2014 saja BNPB mencatatkan, berdasarkan data sementara yang dihimpun badan tersebut, telah terjadi 1.136 kejadian bencana banjir, longsor dan puting beliung. Dampaknya 355 orang tewas, lebih 1,7 juta jiwa mengungsi dan menderita, lebih dari 25 ribu rumah rusak. Longsor merupakan jenis bencana yang menyebabkan korban tewas paling banyak.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel terkait: 274 Kabupaten di Bawa Ancaman Longsor

Comment di sini