2014, Jabar, Jateng dan Jatim Terbanyak Terjadi Bencana

by
March 2nd, 2015 at 1:23 pm

CiriCara.com – Setiap tahun, kala musim penghujan tiba, bencana banjir dan longsor seakan jadi bencana ‘langganan’ bagi sejumlah daerah di Indonesia. Nyaris di semua provinsi di Indonesia terjadi banjir. Akibatnya banyak kerusakaan yang ditimbulkan. Ribuan warga pun terpaksa harus jadi pengungsi, menderita di tempat pengungsian dengan fasilitas terbatas. Nilai kerugian akibat banjir pun tak main-main jumlahnya. Kerugian akibat banjir, mencapai trilyunan rupiah. Jumlah kerugian yang bisa dikatakan fantastis.

bnpb

BNPB – Ist

Pada awal 2014, Ibukota Negara ‘dihajar’ banjir besar. Tanggul sungai di Jalan Latuharhary jebol. Akibatnya, gelombang air langsung menyerbu ke kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Simbol pusat kota Jakarta pun terendam air, hingga melumpuhkan lalu lintas jalan. Jakarta pun kacau balau. Saat itu Jakarta masih dipimpin oleh Joko Widodo (Jokowi) yang kemudian terpilih menjadi Presiden RI.

Sepeninggal Jokowi, awal Februari 2015, Jakarta kembali dilanda banjir. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia lagi-lagi terendam. Padahal tanggul di Latuharhary tak jebol seperti saat banjir 2014. Namun serbuan banjir tak bisa dicegah datang merendam Bundaran Hotel Indonesia. Bahkan, banjir juga sempat ‘menerobos’ Istana Merdeka.

Gubernur Jakarta, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok pun mencak-mencak. Mencak-mencaknya Ahok dipicu oleh tak bekerjanya pompa-pompa penyedot air di Waduk Pluit, karena jaringan listriknya diputus Perusahaan Listrik Negara (PLN). Perusahaan setrum milik negara pun jadi sasaran ‘kemarahan’ Ahok. Bahkan matinya pompa air di Waduk Pluit sempat jadi polemik. Pihak PLN membela diri, aliran listrik ke stasiun pompa penyedot air di Waduk Pluit terpaksa dimatikan, untuk mencegah potensi warga terkena sengatan listrik.

Namun memang, banjir di Jakarta sudah jadi tradisi rutin setiap tahunnya, yang datang melanda kala musim hujan tiba. Tapi, banjir tak hanya menerjang Jakarta, namun juga melanda sejumlah provinsi lainnya di Indonesia. Mengutip data yang dilansir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2014, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan daerah yang paling banyak terjadi bencana.

Menurut BNPB, ini berkorelasi dengan jumlah penduduk yang besar di provinsi tersebut. Untuk banjir, Provinsi dengan korban terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sedangkan untuk Kabupaten dan Kota dengan kejadian banjir yang menewaskan penduduk terbanyak ada di Kabupaten Bandung, Jakarta Timur, dan Garut. Sementara untuk longsor dengan korban meninggal paling banyak terjadi di Kabupaten Cianjur, Ciamis dan Bogor.

BNPB juga mengungkap data tentang dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan banjir dan longsor pada tahun 2014. Dampaknya menurut BNPB sangat besar. Misalnya kerugian akibat banjir di Jakarta pada 2014 mencapai 5 trilyun rupiah. Sementara dampak kerugian yang diakibatkan banjir dan longsor di 16 kabupaten atau kota di Jawa Tengah mencapai 2,01 triliyun rupiah. Sedangkan kerugian yang diakibatkan banjir bandang yang melanda Sulawesi Utara tercatat mencapai 1,4 trilyun rupiah.

Kerugian trilyunan rupiah juga dialami berbagai pihak ketika banjir melanda jalur Pantai Utara Jawa. Kerugian dan kerusakan akibat banjir di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 6 trilyun rupiah. Bahkan dampak banjir di Pantai Utara Jawa ini menyebabkan inflasi pada Januari 2014 menjadi 1,07 persen dari sebelumnya 1,03 persen.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini