“Rekor” Delay Lion Air

by
March 2nd, 2015 at 3:05 pm

CiriCara.com – Maskapai Lion Air, milik Rusdi Kirana, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), pekan kemarin jadi perbincangan hangat. Sepanjang hari Rabu, 18 Februari hingga Kamis 19 Februari 2015, penerbangan maskapai Lion Air di beberapa rute mengalami delay atau keterlambatan. Keterlambatan penerbangan sangat parah, bukan dalam hitungan satu atau dua jam, tapi belasan jam, bahkan sampai 24 jam. Para penumpang yang sudah kadung beli tiket pun marah. Apalagi, menurut pemberitaan tak ada informasi memadai dari pihak Lion Air tentang keterlambatan penerbangan. Emosi para penumpang pun meledak. Padahal ada ribuan penumpang yang sudah beli tiket.

lion air delay

Pesawat Lion Air – Ist

Mengutip berita di Koran Kompas, edisi Jumat 20 Februari 2015, lebih kurang 6000 penumpang terlambat diterbangkan. Selain itu, menurut Kompas, 600 penumpang tertunda keberangkatannya hingga hari berikutnya. Dalam beritanya, Koran Kompas mencatat, sekurangnya 15 penerbangan Lion Air ke beberapa tujuan tertunda. Bahkan, penerbangan tertunda sampai 24 jam. Demikian informasi yang saya baca dari Koran Kompas edisi 20 Februari 2015 tersebut.

Tapi ternyata ‘delay’ parah Lion Air tak hanya terjadi pada hari Rabu dan Kamis. Hari Jumat, 20 Februari 2015, saya tengok berita yang dimuat di beberapa media online, mengabarkan hari itu seluruh rute penerbangan Lion Air ditunda. Hari Sabtu 21 Februari 2015, kegiatan penerbangan Lion Air mulai agak normal. Namun meski begitu, masih ada beberapa rute penerbangan berlambang kepala singa merah itu yang mengalami delay alias keterlambatan terbang.

Hujan kritik pun tak terhindarkan. Pihak DPR, khususnya komisi yang mengurusi masalah perhubungan meminta Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, bersikap tegas terhadap Lion Air. Jonan diminta jangan tak takut memberi sanksi kepada Lion Air, hanya karena maskapai tersebut milik orang dekat Istana. Bahkan ada seorang legislator dengan nyinyir menyebut Lion Air, sebagai maskapai ‘raja delay’ di Indonesia. Kementerian Perhubungan pun akhirnya membekukan sejumlah slot penerbangan Lion Air.

Lion Air sendiri, bisa dikatakan ‘penguasa udara’ untuk penerbangan domestik di Indonesia. Kabarnya, Lion Air, menguasai 70 persen pangsa pasar bisnis penerbangan di Tanah Air. Perusahaan ini juga jor-joran memesan pesawat. Bahkan ‘pemesanan’ pesawat yang dilakukan Lion Air, pecahkan rekor, sebagai pemesanan terbanyak di dunia.

Pada Maret 2013, Lion Air memesan 234 unit pesawat dari Airbus. Pesawat yang dipesan Lion Air, tak tanggung mencapai 18,4 miliar euro atau sekitar Rp 230 triliun. Menurut berita yang dimuat Tempo.co, transaksi pemesanan pesawat itu adalah order terbanyak yang pernah diterima sepanjang sejarah Airbus.

Bukan hanya kepada Airbus, Lion Air pesan pesawat. Pada 2011, Lion Air juga teken kontrak pemesanan pesawat dari Boeing. Kepada produsen pesawat asal Paman Sam tersebut, Lion Air memesan 230 pesawat dengan nilai 22 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 195 triliun. Bahkan teken kontrak pemesanan disaksikan langsung Presiden Amerika Barack Obama. Dua pemesanan itu merupakan rekor tersendiri. Tapi kini, maskapai pemecah rekor pemesanan pesawat itu sedang dirundung masalah. Masalah yang juga jadi rekor tersendiri. Seorang teman mengatakan kisruh delay Lion Air, adalah rekor delay dalam dunia penerbangan di Indonesia.

Maskapai Lion Air, milik Rusdi Kirana, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), pekan kemarin jadi perbincangan hangat. Sepanjang hari Rabu, 18 Februari hingga Kamis 19 Februari 2015, penerbangan maskapai Lion Air di beberapa rute mengalami delay atau keterlambatan. Keterlambatan penerbangan sangat parah, bukan dalam hitungan satu atau dua jam, tapi belasan jam, bahkan sampai 24 jam. Para penumpang yang sudah kadung beli tiket pun marah. Apalagi, menurut pemberitaan tak ada informasi memadai dari pihak Lion Air tentang keterlambatan penerbangan. Emosi para penumpang pun meledak. Padahal ada ribuan penumpang yang sudah beli tiket.

Comment di sini