Tren Batu Akik di Indonesia

by
March 2nd, 2015 at 2:49 pm

CiriCara.com – Akhir-akhir ini dan secara mengejutkan batu akik menjadi primadona setanah air, sehingga harga jual dari pertambangan warga masyarakat melonjak hingga 500 persen.  Di penjualan Pasar Rawa Bening Jakarta Timur dan merupakan sentra penjualan batu akik terbesar se-Asia Tenggara, beberapa pedagang memperoleh keuntungan hingga 400 persen, dibandingkan lima tahun sebelumnya. Sungguh ajaib bukan?

batu akik

Penjual batu akik – Ist

Tidak ketinggalan juga di Negeri Serambi Mekkah Kota Aceh juga demikian, suara desing mesin gerinda memotong bongkahan-bongkahan bahan batu terdengar sepanjang hari pada tiap-tiap rumah warga di sudut Kota Aceh.  Penggemar batu akik seperti giok dan idocrase terus tumbuh berkembang, karena hampir semua pasar tradisional dan modern, pusat pertokoan menyediakan tempat guna mengasah batu serta penjualan batu-batu akik tersebut.

Kemashuran batu akikpun juga melebar di Kota Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, di daerah tersebut ketenaran batu akik tidak hanya di kota tersebut, tetapi sempat melanglang buana sejak ditemukan “intan trisakti” di Pendulangan Cempaka, pada Sungai Tiung Desa Pumpung sekitar tahun 1965, meskipun di daerah tersebut menghasilkan batu-batu akik sejak tahun 1960-an tetapi batu akik tersebut digandrungi dua tahun belakangan ini, dan pada waktu itu tersohornya “intan trisakti” ternyata mampu menyaingi keberadaan batu-batu akik, padahal batu akik yang diketemukan di tempat pendulangan intan tradisional seperti kecubung, fosil, pirit, amparan, badar besi dan merah borneo, kelulut. Tetapi sepertinya para perajin batu sudah beralih ke batu-batu akik, karena mungkin batu-batu akik saat sekarang mempunyai nilai jual yang tinggi.

Selain batu akik sepeti batu giok asal Aceh dan batu akik asal Martapura, jenis batu fenomenal yang sedang naik daun adalah batu bacan dari Pulau Bacan, Maluku Utara, kabarnya batu akik jenis bacan tersebut menjadi seleb, karena pernah dipakai oleh Presiden Susio Bambang Yudhoyono dan Presiden Amerika Barack Obama. Batu bacan sendiri ada dua jenis, yaitu bacan doko dan bacan palamea. Batu bacan doko mempunyai karakteristik berwarna hijau tua, sedangkan bacan palameia berwarna kebiruan. Doka dan Palamea adalah nama desa di Pulau Bacan, dimana batu-batu akik tersebut diketemukan.

Dari segi harga batu akik sepertinya mengalami kenaikan yang cukup drastis, harga jual batu akik tergantung pada warna, ukuran, tingkat kejernihan dan kekerasan batu. Batu Bacan misalnya dengan berat 5 gram bisa dijual dengan harga sekitar Rp.3.000.000 hingga Rp.5.000.000 perbutir. Warga Ambon bisa menjual batu bacan dengan berat 20 gram dengan harga jual Rp.30.000.000 s/d Rp.50.000.000 perbutir. Sehingga batu jenis Bacan ini menjadi batu akik termahal dan ditaksir oleh pasar Taiwan hingga Jepang. Dampak dari ketenaran batu akik dewasa ini menyebabkan penggemar batu akik yang dulunya sekitar 30 orang saja dan hingga saat ini menjadi 50.000 orang. Tanpa dipungkiri bila bahan mentah batu akikpun juga mengalami kenaikan yang signifikan, Setahun yang lalu bahan mentah idocrace saja dengan keluar super dari pertambangan dihargai Rp.400.000 perkilogram tetapi kini sudah bisa dihargai menjadi Rp.100.000.000 per-kilogramnya.

Tren batu akik meledak karena adanya kemunculan batu alam Indonesia. Tetapi semoga tren ini, jangan dijadikan fenomena sesaat, seperti ketenaran ikan Louhan beberapa tahun silam. Hanya saja karen batu akik ini benda mati, kemungkinan bisa bertahan cukup lama.

Penulis: MasArif

Artikel Terkait: Baru Akik “Naga” Ini Dibanderol Rp 18 Milyar

Comment di sini