Apa itu Grasi?

by
March 3rd, 2015 at 11:45 am

CiriCara.com – Pihak Australia masih mengupayakan grasi kepada Pemerintah Indonesia bagi kedua terpidana narkoba, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang juga dikenal sebagai duo Bali Nine. Pengajuan grasi tersebut masih menemui jalan buntu. Presiden Joko Widodo masih pada pendiriannya untuk mengeksekusi mati dua tahanan Lapas Kerobokan, Denpasar tersebut.

tahanan

Tahanan – Ist

Rupanya, grasi tidak hanya berkaitan dengan terpidana mati tetapi juga hukuman berat lainnya. Sebenarnya apa arti grasi? Bagaimana seorang tahanan dapat memperolehnya?

- Arti

Kata “grasi” berasal dari Bahasa Latin yang berarti pengampunan. Istilah ini terdapat pada semua sistem hukum di dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, grasi adalah ampunan yang diberikan oleh negara kepada orang yang telah dijatuhi hukuman.

Menurut Kamus Istilah Hukum, grasi ialah wewenang dari kepala negara untuk memberi pengampunan terhadap hukuman yang telah dijatuhkan hakim untuk menghapuskan seluruhnya, sebagian, atau mengubah sifat atau bentuk hukuman tersebut.

Definisi yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Grasi ialah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.

Berdasarkan beberapa sumber di atas, grasi dapat diartikan sebagai pengampunan kepada terpidana berupa penghapusan atau perubahan (dalam berbagai bentuk) hukuman.

- Pemberian Grasi

Siapa yang berhak menerima grasi? Bagaimana seorang terpidana dapat diampuni atau diringankan hukumannya?

Rupanya, di Indonesia, pemberian grasi menjadi wewenang penuh Presiden yang tidak dapat dikendalikan oleh Pengadilan. Dalam UUD 1945, Presiden memang memiliki hak untuk memberikan grasi namun tidak diatur bagaimana kriteria kondisi yang dapat diampuni. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 kemudian menjelaskan grasi dapat diberikan untuk kepentingan kemanusiaan (Hak Asasi Manusia) dan keadilan.

- Penerima Grasi

Menurut konstusi tersebut, grasi hanya berlaku bagi terpidana mati, penjara seumur hidup, dan penjara serendah-rendahnya dua tahun. Menurut Utrecht dalam bukunya “Hukum Pidana II, Rangkaian Sari Kuliah”, grasi dapat diberikan dengan mempertimbangkan beberapa hal:

  1. Kepentingan keluarga terpidana
  2. Jasa terpidana bagi masyarkat
  3. Penyakit terpidana yang tidak dapat disembuhkan
  4. Kelakuan baik terpidana selama berada di tahanan

Penulis: Ummu Solid

Artikel terkait: Sejak 1987, Ada 189 Terpidana Mati di Indonesia

Comment di sini