Apa itu Vasektomi?

by
March 3rd, 2015 at 2:30 pm

CiriCara.com – Sebagai warga negara ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memberi kontribusi positif ke negara. Enggak melulu dengan terjun langsung dalam dunia birokrasi atau berkecimpung di ranah politik. Salah satu cara yang bisa dimulai dari diri sendiri misalnya, menerapkan prinsip Keluarga Berenca (KB). Dengan KB kita dapat mendukung program pemerintah untuk menjaga kestabilan pertumbuhan penduduk. Selain itu kita juga dapat mewujudkan keluarga yang berkualitas. Karena nyatanya pelaksanaan program KB memberikan banyak manfaat, yaitu peningkatan mutu tenaga kerja, produktivitas, partisipasi sekolah, tingkat pendidikan tinggi, tabungan pribadi, dll. Program KB juga berkontribusi menurunkan biaya konsumsi, kesehatan reproduksi, dan pendidikan.

program kb

Keluarga berencana – Ist

Seiring dengan perkembangan jaman paradigma program KB mengalami perubahan bukan hanya pengendalian populasi dan penurunan fertilitas, tetapi lebih ke arah pendekatan kesehatan reproduksi dengan memperhatikan hak-hak reproduksi dan kesetaraan gender. Menurut UU No. 52 Tahun 2009 mengenai Pembangunan Keluarga pada pasal 3.G dan 25 ayat 1 menyatakan KB merupakan tanggung jawab bersama, yaitu adanya kesetaraan gender antara suami dan istri memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban bersama dalam melaksanakan KB.

Ironisnya, dari sejak dahulu program KB seringkali menunjukkan perbedaan perlakuan berdasarkan gender yang cendrung lebih dominan ditujukan kepada kaum wanita berdasarkan status biologisnya. Padahal ada banyak faktor yang dapat menghambat seorang ibu tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi. Selain memberi manfaat, alat kontrasepsi pun memiliki kekurangan.

Misalnya, karena terjadi kontradiksi antara kondisi kesehatan/hormon sang ibu dengan alat kontrasepsi yang digunakan. Sehingga ini bisa saja berakibat fatal. Atau manakala ada kondisi khusus yang dialami sang ibu. Misal, ketika melahirkan anak pertama ia melaluinya dengan caesar, lalu anak kedua juga caesar, kemungkinan besar apabila ia mengandung lagi dan ingin melahirkan anak ketiga juga melalui proses caesar. Hal tersebut kelak dapat mendatangkan kondisi mengkhawatirkan bagi ibu dan sang anak. Apabila ibu tidak dapat melakukan KB, maka diharapkan suami yang melakukannya. Oleh karena itu, supaya keberhasilan program KB tercapai untuk mewujudkan pertumbuhan penduduk yang stabil juga diperlukan dukungan dari pihak pria.

Ada dua jenis kontrasepsi yang diperuntukan bagi pria, yaitu kondom dan vasektomi. Vasektomi atau disebut juga Medis Operasi Pria (MOP) merupakan metode steril pada program KB (Keluarga Berencana). Sesuai dengan namanya, metode ini diperuntukan bagi sang ayah. Keunggulan dari metode ini adalah efektivitas penggunaanya, tidak memiliki efek samping klinis karena bersifat non hormonal, pengaruhnya jangka panjang dengan sekali tindakan. Vasektomi dikhususkan bagi calon akseptor yang memenuhi syarat, yaitu telah memiliki dua orang anak dengan ketentuan minimal anak terkecil berusia dua tahun, dalam kondisi sehat baik fisik dan mental, usia istri minimal 25 tahun sampai sebelum manupause.

Kalo istri kamu mengalami kondisi seperti di atas dan kamu sudah memenuhi syarat, ada baiknya kamu memiliki tekad untuk ikut serta dalam program KB vasektomi. Tenaaaaangg, enggak usah keburu ngebayangin operasi yang bikin ngeri. Seiring perkembangan dunia medis, kini metode operasinya sudah semakin bagus. Tidak lagi diperlukan bius total yang bisa mengakibatkan rasa pusing, mual, sakit, pasca tindakan. Kini, apabila seorang akseptor telah melalui vasektomi, kondisi tubuhnya  tetap prima dan hanya tempat lukanya saja yang sakit selain itu tidak ada pengaruh dengan kondisi kesehatannya. Seseorang yang telah melakukan KB MOP sama sekali tidak berpengaruh pada gairah ketika hendak senggama.

Kalau kamu benar-benar sayang dengan pasangan kamu, pasti enggak tega dong ngeliat dia terus-terusan meringis sakit gara-gara KB hormonal.

Penulis: Rona Siahaan

Artikel terkait: Yuk! Kenali Jenis-Jenis Kontrasepsi.

Comment di sini