Kicau Warga Twitter Dukung Ahok

by
March 3rd, 2015 at 11:36 am

CiriCara.com – Sejak perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan DPRD Ibukota ‘meledak’, dukungan kepada orang nomor satu di Jakarta bermunculan. Apalagi, setelah DPRD menggulirkan hak angket kepada Basuki. Dukungan pun kian mengeras.

ahok

Ahok – Ist/Tribunnews

Basuki atau biasa disapa Ahok itu, memang tanpa kompromi lagi berhadapan dengan parlemen ibukota. Ia pun, dengan lugas menyatakan, lebih baik dipecat dari jabatannya sebagai Gubernur Jakarta ketimbang membiarkan anggaran pemerintah dipakai untuk hal-hal yang tak jelas. Ya, silang sengkarut antara Ahok dan DPRD bermula dari rancangan anggaran Pemprov Jakarta. Ahok ‘murka’ setelah mengetahui, rancangan anggaran hasil kesepakatan dengan DPRD memuat item-item anggaran yang menurutnya adalah anggaran siluman. Ia pun kemudian membeberkan item apa saja yang disebutnya anggaran siluman. Salah satunya soal pembelian unit UPS atau uninterruptible power supply yang harga per unitnya ditetapkan milyaran rupiah. Tanpa tedeng aling-aling Ahok menyebut hal tersebut sebagai praktek maling uang rakyat.

Ahok kemudian memutuskan melaporkan itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca DPRD mengesahkan hak angketnya. Hak angket, secara politik memang membuka peluang kepada pemakzulan. Apalagi, Wakil Ketua DPRD, M Taufik juga tak membantah, bila hak angket bisa berujung kepada pemakzulan. Dari situlah gelombang dukungan kepada Ahok mengalir deras. Dukungan nyaring disuarakan di Republik Twitter. Beramai-ramai warga Republik Twitter mencuitkan kicauannya, mendukung langkah Ahok ‘melawan’ DPRD.

Saya pun coba merekam arus gelombang dukungan pada Ahok yang di suarakan via twitter. Dukungan pada Ahok datang dari akun @temanAhok. Akun ini, memang sengaja dibuat untuk menggalang dukungan bagi Ahok. Minggu, 1 Maret 2015, memanfaatkan momen car free day, para relawan yang tergabung di temanAhok, menyebarkan lembar petisi dukungan bagi Ahok. Di Bundaran Hotel Indonesia, mereka membagi-bagikan lembaran petisi dukungan bagi Ahok.

” Kertas petisi berjumlah 4.000 habis, topeng 2.000 habis. Poster 50 HABIS,”cuit akun @temanAhok mengabarkan perkembangan acara galang dukungan di Bundaran Hotel Indonesia.

Dukungan kepada Ahok juga datang dari pengamat politik Yunarto Wijaya. Lewat akun twitternya @yunartowijaya, Yunarto berkicau, “Begal anda bakar… Maling anggaran anda benarkan dengan alasan prosedur… Dimana IQ?”

Dukungan serupa juga disuarakan pemilik @affan_m20. “Yg benar telah datang dan yg batil pasti lenyap, jgn takut pak memperjuangkan Kebenaran”cuit akun @affan_m20.

Wiyono Yahya pemilik akun @wiyono88 juga tak mau kalah ikut mencuit dukungannya kepada Ahok. “Kalo warga jkt ga mau dukung ahok, tolong mutasi ahok ke propinsi gw, lg butuh ni buat perangi tikus apbd #gueahok,” kicaunya.

Sementara Erlangga P Dharma pemilik @klikdharma mencuit, ” Mau benci mau suka Ahok, paling tidak dia melakukan sesuatu untuk kebenaran dan tidak diam saja! #SaveAhok”

Sedangkan pemilik akun @andifaisal dalam kicuannya di twitter mengatakan, Jakarta butuh pemimpin kaya Ahok, harus urakan dan tidak klemar-klemer. Pemilik akun @hardylafsi yang mengaku bukan warga Jakarta, menyatakan ikut mendukung Ahok.

Andri Kurniawan, pemilik @4ndriod dalam kicauannya menyatakan, bahwa Ahok adalah satu-satunya politisi yang secara terbuka mendukung penerapan satu dari unsur anti korupsi yaitu asas pembuktian terbalik.

“Yang tdk bela Ahok dlm kasus APBD Siluman itu hanya 2. 1) Terlibat 2) Ikut menikmati,” cuit Emir Zarry pemilik @emirzarry.

Sementara Ambigro Chin, pemilik akun @AmbigroC mengajak para netizen mendukung Ahok. “Ayuk kita suarakan dukungqn kita kepada pak ahok… dia selalu membela hak rakyat dari kumpulam tikus berdasi. Save ahok,” kicau Ambigro lewat akun twitternya.

Lain halnya dengan Lana sebayang pemilik akun @Lanasebayang. Lewat akun twitternya ia berkicuau tentang hak angket yang digulirkan DPRD Jakarta. Kata dia, logikanya bila sekarang DPRD Jakarta melawan dan mengugat Ahok dan tak suka Ahok membongkar dana siluman, artinya memang kalangan dewan yang menikmati anggaran siluman tersebut.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini