Apa Itu Aklamasi?

by
March 4th, 2015 at 8:49 am

CiriCara.com – Masih ingat bagaimana Komisaris Jenderal Budi Gunawan dipilih oleh Komisi III DPR? Setelah melakukan uji kelayakan dan kepatutan, Budi Gunawan terpilih secara aklamasi. Beberapa Ketua Umum partai juga duduk di posisinya melalui mekanisme ini.

anggota dpr 2013

Anggota DPR – Ist

Kata tersebut jadi sering mampir di telinga kita lewat berita-berita televisi. Istilah ini juga kerap muncul di laman website yang kita buka. Belakangan, aklamasi turut disebut dalam topik-topik yang sedang tren. Sebenarnya apa arti aklamasi? Terminologi ini digunakan dalam hal apa saja?

Arti

Rupanya, ‘aklamasi’ bukanlah bahasa asli Indonesia. Kata ini berasal dari Bahasa Latin, yaitu acclamare yang berarti “menyambut”. Aklamasi kemudian diserap dalam Bahasa Indonesia dan tertera dalam Kamus Besar. Menurut buku acuan kata tersebut, aklamasi adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat dan sebagainya terhadap suatu usul tanpa melalui pemungutan suara.

Pada sejarahnya, aklamasi atau yang masih dikenal sebagai acclamare, digunakan untuk memilih beberapa Kaisar Romawi. Pada sesi akhir pemilihan dengan cara ini biasanya terdapat sorak-sorai atau pekik kemenangan. Hingga kini, aklamasi diakui sebagai mekanisme yang sah dalam demokrasi.

Contoh Aklamasi

Kata aklamasi biasanya digunakan dalam bidang politik. Beberapa topik di antaranya menjadi begitu hangat. Aklamasi yang baru saja terjadi ialah naiknya Soetrisno Bachir sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2 Maret lalu.

Ketua Sidang, Taufik Kurniawan, menanyakan kepada peserta apakah ada satu atau beberapa calon. Seluruh anggota PAN yang hadir saat itu sepakat meneriakkan satu calon. Taufik pun memutuskan Soetrisno Bachir terpilih secara aklamasi menggantikan posisi Amien Rais.

Aklamasi Bisa Ditolak

Aklamasi bukanlah jalan yang mutlak. Aklamasi bisa sah atau diterima jika seluruh peserta menyuarakan untuk setuju. Artinya, jika ada peserta yang menyatakan tidak setuju maka aklamasi tidak berlaku.

Seperti yang terjadi pada saat Kongres IV PAN di Nusa Dua, Bali untuk pemilihan Ketua Umum. Awalnya, kubu Zulkifli Hasan merencanakan aklamasi namun kubu Hatta Rajasa menolak. Akhirnya, pemilihan dilakukan dengan sistem voting atau pemungutan suara. Proses tersebut menghasilkan 292 suara untuk Zulkifli dan 286 suara untuk Hatta, dengan 4 suara abstain.

Penulis: Ummu Solid

Artikel terkait: Apa itu Voting?

Comment di sini