Demi Besi, Maling Nekad Robohkan Tower PLN

by
March 4th, 2015 at 2:21 pm

CiriCara.com – Maling sekarang ini sudah kian nekad. Banyak cerita tentang kenekadan para pelaku kejahatan ini, mulai dari beraksi di siang bolong, nekad menjambret di tempat keramaian, hingga melawan petugas kepolisian dengan senjata api. Pelaku kejahatan juga kian sadis. Mereka kini tak sekedar merampok atau merampas, tapi juga tidak segan melukai bahkan membunuh dan yang lebih sadis memperkosa korbannya.

tower pln

Ist

Perlu sebuah terapi kejut yang keras dari aparat, agar tercipta efek jera bagi pelaku kejahatan. Bahkan banyak kalangan yang setuju bila perintah tembak di tempat diberlakukan dengan konsisten. Meski ada juga yang kurang sepakat, karena tindakan tembak di tempat berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia. Aparat pun bisa saja salah sasaran. Namun yang pasti, modus kejahatan sudah kian beragam. Aksinya pun makin nekad dan beringas. Dan yang membuat kita miris, masuk penjara tak membuat jera. Keluar bui, kembali beraksi. Fenomena residivis kambuhan pun sudah jadi cerita lumrah. Mereka tak kapok, walau betis ditembus timah panas aparat. Keluar penjara, kembali melakukan kejahatan.

Lebih miris lagi adalah para pelaku kejahatan narkoba. Terutama pejahat barang terlarang dengan status ‘gembong’ atau bandar kakap. Di penjara, bukan halangan bagi mereka tetap mengedarkan barang haram. Dari balik jeruji, mereka mengendalikan operasi jual beli narkotik. Fenomena ini menunjukan, penjara tak membuat jera. Hukuman berat pun tidak membuat mereka kapok dan tobat. Justru kian menjadi. Tak peduli di bui, aksi kejahatan jalan terus. Mungkin karena itu pemerintah sekarang geram, tak ada ampun bagi penjahat narkotika. Hukuman mati pun diberlakukan. Tak peduli, pemerintah diprotes kiri kanan, oleh aktivis penggiat HAM maupun oleh negara sahabat yang warganya dieksekusi mati.

Bicara tentang kenekadan para pelaku kejahatan, ada sebuah kisah maling nekad yang sekarang ramai diberitakan. Kisahnya tentang komplotan maling besi yang nekad sampai merobohkan tower milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bayangkan hanya demi dapat batangan besi, mereka sampai menggergaji tiang-tiang tower yang tingginya begitu menjulang.

Tidak ada lagi, akal sehat yang penting dapat besi jarahan. Mereka tak lagi berpikir, tentang efek bahaya dari robohnya sebuah tower listrik yang menyambungkan bentangan kabel-kabel berisi aliran listrik bertegangan tinggi. Kisah maling besi nekad itu terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sang maling, demi mendapat potongan besi, tak tanggung-tanggung sampai merobohkan tiga unit tower listrik milik PLN. Aksi nekad sang maling pun jadi pemberitaan hangat. Aksi kejahatan yang benar-benar nekad.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Helfi Assegaf yang saya kutip dari berita yang dimuat di detik.com, tower yang dirobohkan sang maling ada di Dusun VI, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tiga tower yang dirobohkan letaknya berurutan. Kata Kombes Helfi, diperkirakan tiga tower itu dirobohkan itu 21.30 WIB, Selasa (17/2). Di lokasi terlihat, sebagian tower itu sudah digergaji bagian bawahnya.

Menurut berita di detik.com, akibat robohnya tiga tower itu aliran transmisi 275 kV yang menghubungkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu dengan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) di Kota Binjai sepanjang 70 kilometer terhenti.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini