Kabupaten Lingga, Besar Utang Daripada PAD

by
March 4th, 2015 at 11:10 am

CiriCara.com – Besar pasak daripada tiang, peribahasa itu mungkin yang tepat menggambarkan kondisi keuangan yang dialami Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Lingga sekarang ini sedang terlilit utang yang besarnya mencapai 134,6 milyar. Utang sebesar itu setara dengan 670 persen pendapatan aseli kabupaten tersebut.

lingga

Kabupaten Lingga – Ist

Demikian berita yang saya baca di Koran Kompas edisi 20 Februari 2015. Di berita itu juga disebutkan keuangan Kabupaten Lingga sangat tergantung dana transfer dari pemerintah pusat. Total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lingga sendiri jumlahnya sebesar Rp. 908 milyar. Namun hanya 20 milyar dari Rp 908 milyar itu yang merupakan murni pendapatan aseli daerah (PAD). Jadi Lingga ini adalah salah satu kabupaten yang denyut. Kehidupan rumah tangganya selalu disuapi pemerintaah pusat.

Utang sebesar 134 milyar yang ditanggung pemerintah Kabupaten Lingga harus dibayarkan kepada sejumlah pihak. Namun karena PAD seret, hutang bertumpuk hingga mencapai ratusan milyar. Akibatnya banyak kontraktor yang sudah mengerjakan sejumlah proyek di Kabupaten tersebut mengeluh karena pembayaran atas sejumlah pekerjaan yang sudah dilakukan tak kunjung dibayar. Rencana proyek lainnya pun terancam tak bisa direalisasikan, karena gunungan utang tersebut.

Kabupaten Lingga sendiri adalah daerah yanh belum lama dimekarkan. Lingga resmi menjadi kabupaten pada tahun 2003, seiring dengan disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tanggal 18 Desember 2003 oleh DPR RI dan pemerintah. Secara resmi Lingga menjadi Kabupaten setelah Presiden melalui Menteri Dalam Negeri RI pada tanggal 7 Januari 2004 mengesahkan Lingga jadi kabupaten terbungsu di Propinsi Kepulauan Riau. Bila dilihat dari jejak sejarah pembentukannya, usia Kabupaten Lingga bisa dikatakan masih seumuran jagung. Namun dengan utang segunung pertanyaannya, bagaimana Pemerintah Kabupaten Lingga mensejahterakan rakyatnya? Karena APBD mereka mungkin habis hanya untuk membayar utang. Belum lagi bayar belanja pegawai. Maka anggaran untuk rakyat kian kecil.

Padahal kalau merujuk pada keterangan yang dimuat oleh situs resmi Pemkab Lingga, www.linggakab.go.id, kabupaten yang dulunya sebelum dimekarkan hanya sebuah kecamatan itu punya banyak potensi yang bisa diandalkan. Potensi yang bisa jadi andalan Pemkab Lingga adalah sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Untuk sektor perkebunan, komoditi unggulannya adalah karet, kopi, dan kelapa. Sementara dari sektor pertanian, komoditi yang bisa jadi komoditi unggulan adalah jagung dan ubi kayu.

Lingga juga bisa menambang pendapatan dari sektor jasa pariwisata. Perikanan juga potensi lain yang bisa diandalkan. Lingga mempunyai ikan khas yang jarang ada di daerah lain yaitu ikan ekor kuning. Bahkan ikan kuning ini sudah diekspor ke Singapura baik dalam keadaan hidup maupun dalam bentuk fillet. Di wilayah Lingga juga sudah ada sebuah pelabuhan yaitu Pelabuhan Dabo Singkep. Namun kini, Lingga sedang tertatih, terjerat gunungan utang yang nilainya melebihi jumlah PAD-nya.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel terkait: Belum Banyak Jalan Menuju ke Desa

Comment di sini