Kata Unik Saat Turun Hujan

by
March 4th, 2015 at 1:59 pm

CiriCara.com – Apa yang akan kamu katakan saat hujan? Sebagian orang mengeluh karena jadwal jadi berantakan, sebagian lainnya mengucap syukur karena sawahnya subur. Tahu kah kamu, di Kalimantan, ada kata-kata khusus yang diucapkan saat turun hujan? Apa itu?

Merasakan tetesan air hujan - Ist

Merasakan tetesan air hujan – Ist

Kuluk-Kuluk, Doa Hujan

Hujan di Kalimantan biasanya begitu derasnya. Kondisi ini sering diiringi dengan kilat menyambar-nyambar seperti retakan langit. Petir dan guntur juga kerap terdengar. Bagi sebagian orang, suasana seperti itu menakutkan tapi sebagian lain menyambutnya dengan kebahagiaan.

Buat kamu yang sedang berada di Kalimantan mungkin kaget jika saat hujan deras orang-orang di sekitar berteriak aneh. Mereka memekikkan “Kuluk kuluk hujjaaannnnn” dengan suara akhir begitu melengking. Kata-kata ini juga bisa berupa, “Kuluk kuluk kuluk kullluuuuuukkkk” dengan mimik wajah dan nada yang amat senang.

Teriakkan itu bukanlah euforia semata. Di saat beberapa orang berdoa agar hujan segera teduh, melalui kuluk-kuluk, hujan diharapkan terus deras dan lebih deras lagi. Malah, jika waktu hujan hanya singkat, mereka kecewa.

Hujan bagi Kalimantan

Hujan begitu berarti bagi masyarakat Kalimantan. Dulu, sebelum PDAM masuk, kebutuhan air di pulau ini bergantung pada sungai. Namun, air sungai yang cenderung cokelat itu hanya bisa digunakan untuk keperluan cuci-cuci dan mandi. Kalau ingin meminumnya, air sungai tidak bisa langsung dimasak tetapi harus diendapkan selama beberapa waktu.

Hujan kemudian disambut meriah masing-masing pribadi. Karena dengan begitu, akan ada persediaan air minum yang cukup banyak. Jika hujan, orang-orang akan sibuk menampung air di rumahnya. Mereka mengerahkan segala wadah dari drum-drum, baskom, hingga ember. Banyak juga yang membuat pipa atau saluran air dari atap ke bak penampung.

Air hujan menjadi harapan untuk minum dan memasak. Selain itu, bagi petani, hujan tentu menjadi pengantar rejeki. Hujan, bagi orang Kalimantan yang bergantung dengan hasil hutan, merupakan pertanda buah-buah di pohon akan segera melimpah.

Kini, PDAM sudah banyak melayani kawasan-kawasan Kalimantan. Namun, ikatan batin dengan hujan tetap ada. Air curahan langit tersebut tetap ditampung untuk keperluan lainnya seperti mencuci kain pel, membersihkan halaman, dan menyiram tanaman.

Penulis: Ummu Solid

Artikel Terkait: Rangkaian Bunga Unik dari Kalimantan

Comment di sini