Kisah Jatuh Bangun Karir Mister Tukul Seri Kedua

by
March 4th, 2015 at 4:05 pm

CiriCara.com – Pada Kamis 5 Februari 2015, motivator yang juga pakar komunikasi Mas Aqua Dwipayana, sempat berbincang dengan Tukul Arwana di Kafe Betawi Mall Senayan City Jakarta. Dalam obrolan dengan Tukul, kata Mas Aqua, si pembawa acara Bukan Empat Mata itu kembali bercerita tentang suka duka karirnya. Termasuk soal honornya. Pada 2004 Tukul menceritakan, ia mendapat dua tawaran di dua stasiun televisi swasta dengan honor yang brbeda. Trans 7 menawarkan Rp 500 ribu per episode untuk membawa acara Bukan Empat Mata (saat itu masih bernama Empat Mata). Sedangkan di Anteve menawarkan honor Rp 2 juta per episode untuk acara lawakan.

tukul

Tukul Arwana – Ist

Setelah merenung dan menghitung untung ruginya serta berskusi dengan guru spiritualnya, Gus Tanto, akhirnya Tukul memilih tawaran Trans 7, meskipun nilainya empat kali lebih rendah dibandingkan dengan penawaran Anteve. Pilihannya itu melawan logika umum yang biasanya memilih yang honornya lebih tinggi. Namun Tukul sangat yakin ‘sawah ladangnya’ di acara tersebut.

Ternyata pilihannya sangat tepat. Jika awal 2005 – dimulainya tayangan Empat Mata, honornya cuma Rp 500 ribu per episode. Saat ini honornya sudah naik drastis dan berkali-kali lipat yakni Rp 50 juta per episode.

Tukul pun sangat mensyukuri acara Empat Mata ratingnya tinggi. Berarti banyak penontonnya. Tukul pun makin semangat setiap syuting acara tersebut. Setelah tiga tahun acara tersebut berjalan, tiba-tiba pada 2008 dalam satu tayangan Tukul menghadirkan Sumanto yang terkenal karena makan daging manusia. Dalam tayangan itu, manusia aneh dan langka tersebut mempraktekkan makan kodok hidup.

Adegan itu langsung mendapat kritikan dari banyak orang. Mereka menganggap bahwa itu tidak pantas ditayangkan sebab dinilai sadis. Waktu itu KPI langsung menghentikan siaran tersebut. Tukul pun merasa ketika itu Tuhan sedang memberikan cobaan padanya. Tukul pun introspeksi diri.

Kata Mas Aqua, bisa dibayangkan bagaimana kecewanya Tukul saat tiba-tiba KPI menghentikan tayangan Empat Mata. Sementara waktu itu pada 2008, Tukul sedang semangat-semangatnya membawa acara yang dipercayakan kepadanya. Tukul waktu ia mengaku sempat emosi dan marah. Bahkan saat diwawancarai paraa wartawan, Tukul selalu menunjukkan kemarahan itu dan menantang KPI untuk mempertanggungjawabkan tindakannya menghentikan acaranya.

Kemudian guru spiritualnya, Gus Tanto yang memonitor dari jauh, merasa ada yang tidak pas dengan muridnya itu. Sang Guru pun langsung mengingatkan Tukul untuk tidak emosi dan marah sebab itu akan merugikan dirinya sendiri. Tukul pun diminta untuk mengubah sikapnya dan instrospeksi diri. Setelah diingatkan Gus Tanto, sejak itu sikap Tukul berubah 180 derajat. Tukul tak lagi emosi dan marah ke KPI. Tukul justru kooperatif dan mendukung KPI.

Dalam obrolan itu Tukul mengaku, setelah Empat Mata dihentikan tayang, ia banyak merenung. Ia coba mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari pemberhentian tayangan tersebut oleh KPI. Ia pun berjanji dan bertekad ke depan akan lebih hati-hati lagi. Sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali. Di sisi lain Tukul sangat meyakini bahwa dibalik cobaan tersebut ada pesan Tuhan buat dirinya. Termasuk untuk kemajuan di masa depan setelah semua masalah berhasil diatasi.

Tukul juga menceritakan kebiasaannya saat lagi break syuting. Selama tidak syuting Empat Mata, Tukul banyak waktu luang. Tukul pun memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah agar lebih dekat dengan Tuhan. Setelah instropeksi Tukul merasa perlu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas musibah tersebut. Kata Tukul banyak sekali pelajaran berharga yang dia peroleh dari kejadian itu. Tukul pun berharap semoga ke depan tidak terulang kembali.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel terkait: Kisah Jatuh Bangun Karir Mister Tukul Seri Pertama.

Comment di sini