Tradisi Melompat Batu Ala Orang Nias

by
March 5th, 2015 at 1:29 pm

CiriCara.com – Tradisi melompat batu, merupakan tradisi turun-menurun yang dilakukan oleh orang Nias dan tidak semua di wilayah Nias. Tradisi melompati batu diawali dilakukan oleh pemuda yang sudah dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap matang secara fisik. Dengan lompatan batu setinggi 2 meter dan ketebalan 40 cm tersebut dan dengan sempurna lompatannya, maka sang pelompat nantinya akan menjadi pemuda pembela kampungnya samu’I mbanua atau la’imba hor, apabila kedua desa tersebut berkonflik.

lompat batu

Lompat batu Nias – Ist/Febrian Alsah/Flickr

Tradisi melompat batu ini hanya dilakukan oleh kaum pria saja, dan tidak diperbolehkan oleh kaum perempuan, mengingat lompat batu adalah ajang ketangkasan. Oleh karenanya begitu semangatnya kemampuan lompat batu tersebut dilakukan oleh kaum pemudanya di kampung tersebut. Apabila pemuda bisa dengan sempurna melompati batu dengan sempurna, maka akan menjadi kebanggan tersendiri. Tetapi tidak semua pemuda yang bisa menaklukan/melompati batu setinggi dua meter tersebut walaupun sudah latihan berkali-kali. Hal tersebut tergantung dengan keturunanya, bila kakek-kakeknya atau ayahnya sendiri dulu lihai dalam menaklukan batu tersebut, maka akan berimbas pada keturunannya.

Kemampuan dan ketangkasan dalam menaklukan/melompati batu sering dihubungkan dengan kepercayaan lama, bila seseorang yang baru belajar melompat maka ia akan terlebih dahulu memohon restu kepada roh-roh para pelompat batu yang telah lama meninggal dan ini merupakan tradisi turun-menurun. Tujuannya untuk menghindari terjadinya kecelakaan atau bencana para pelompat ketika sedang ‘mengudara’ yang kemudian menjatuhkan diri ke tanah, sebab sudah banyak yang melompat yang gagal dan memperoleh kecelakaan.

Apa sebabnya pemuda yang mampu menaklukan batu dan kemudian menjadi ksatria di kampung tersebut? Karena mereka yang terlibat peperangan antar kampung maka prajurit yang menyerang harus mempunyai keahlian melompat untuk menyelamatkan diri, mengingat setiap kampung di wilayah Nias sekelilingnya terdapat pagar dan benteng-benteng desa yang tinggi, oleh karena itu ketika tradisi berburu kepala orang atau ‘mengaih’g’ dijalankan sang pemburu kepala manusia, ketika dikejar atau melarikand iri harus mampu melompati pagar atas sasaran yang telah dibangun dari batu atau bambu, tujuannya supaya tidak terperangkap.

Demikian tentang tradisi melompat batu ala orang Nias, dan fungsinya

Penulis: MasArif

Comment di sini