Traveller Unik yang Selalu Membawa 11 Anaknya

by
March 6th, 2015 at 11:22 am

CiriCara.com – Gila, gila, gila! Pasangan pelancong ini benar-benar berbeda! Mereka telah membuktikan bahwa urusan rumah tangga tidak menganggu hobi jalan-jalan bahkan saat memiliki banyak anak. Tidak tanggung-tanggung, Lenggogeni Faruk dan Muntaz Halilintar dikaruniai 11 anak yang juga mereka bawa serta saat menjelajah dunia. Bagaimana kisahnya?

keluarga traveller

Ist

Tetap Melancong Saat Hamil

Pasangan traveler ini menikah pada tahun 1993 kemudian bersama-sama menyambangi berbagai objek wisata. Jiwa petualang itu tidak lantas berhenti karena Lenggogeni hamil. Dengan berbadan dua, ia tetap merambah luar dan dalam negeri. Malaysia menjadi negara pertama yang mereka sambangi.

Meski repot dengan hobi jalan-jalannya besama suami, Lenggogeni tetap menikmati perannya sebagai ibu. Ia kekeuh memberikan ASI eksklusif untuk semua buah hatinya di mana pun berada.

Birthing Tourism

Beberapa anak pasutri tersebut lahir di negara-negara yang sedang mereka kunjungi, salah satunya Brunei Darussalam. Ini kemudian menjadikan mereka seolah sedang melakukan birthing tourism atau sebuah perjalanan yang bertujuan untuk melahirkan anak di luar negeri.

Keluarga Hotel

Seperti dilansir pada laman kompas.com, Lenggogeni mengibaratkan keluarga mereka seperti hotel. Dalam perjalanan, setiap anggota memiliki tugas seperti memasak, mencuci, dan lain-lain.

Ilmu dari 100 Negara

Setidaknya sudah seratus negara di lima benua yang keluarga ini kunjungi. Beberapa di antaranya ialah Finlandia, Uzbekistan, hingga menginjak Benua Afrika.

Para petualang yang disebut Kesebelasan Gen Halilintar tersebut paling menyukai perjalanan di negara-negara Islam seperti Malaysia dan Uzbekistan. Wilayah itu memiliki objek napak tilas tokoh Muslim yang menjadi favorit Sang Suami, Muntaz.

Lenggogeni menyatakan, bukanlah berapa banyak negara yang penting tetapi berapa banyak ilmu yang diperoleh dari setiap perjalanan.

Dananya?

Masalah dana bukan lagi jadi halangan di era teknologi canggih seperti sekarang. Mereka tidak hanya bertualang tetapi juga bekerja dengan mejalankan bisnis jarak jauh. Hal ini tidak hanya dilakoni oleh Lenggogeni dan Muntaz tetapi juga anak-anaknya. Beberapa generasi pelancong tersebut memiliki usahanya sendiri-sendiri.

Generasi Pelancong

Muntaz percaya bahwa menjelajah dunia dapat membentuk kreativitas dalam diri anak-anaknya. Melakukan perjalanan merupakan salah satu cara untuk memperoleh banyak ilmu. Tidak sia-sia, beberapa buah hatinya mulai mengikuti jejak Muntaz dan istri. Mereka juga mewarisi bakat berdagang untuk membiayai hobi melancong.

Penulis: Ummu Solid

Comment di sini