Apa itu Kesenian Debus?

by
March 9th, 2015 at 1:41 pm

CiriCara.com – Debus dalam bahasa Arab berarti tongkat besi dengan ujung runcing adalah salah satu kesenian bela diri dari Provinsi Banten, kesenian ini merupakan kesenian asli warga tersebut (Banten). Diperkenalkan sejak abad ke-18 sejak pemerintah Sultan Maulana Hasanudin (1532-1570). Debus sebagai salah satu cara penyebaran agama Islam pada waktu itu.

banten

Debus Banten (hanya dilakukan oleh orang yang ahli) – Ist

Tetapi, ada juga yang menyebutkan bahwa kesenian tradisional ini berasal dari daerah Timur Tengah yang bernama Al-Madad, adapula yang menyebutkan bahwa Debus berasal dari tarekat Rifa’iyah Nurudin Al-Raniri yang masuk ke wilayah Banten oleh para pengawal Cut Nyak Dien sekitar tahun 1848-1908. Hingga saat ini Debus terkenal di Banten dan menjadi atraksi yang menarik dengan mempertontonkan kemampuan manusia yagn luar biasa, seperti kebal senjata tajam, kebal air keras, kebal tusukan, kebal peluru dan lain-lain.

Kesenian tradisional asal Banten ini sangat mencekam dan mengerikan tetapi sangat menarik untuk ditonton, apalagi para turis asing yang umumnya tidak percaya dengan sesuatu yang tidak masuk akal ini, mulai mempercayainya bahkan sangat suka dengan hiburan ini.

  • Kesenian debus sering mempertunjukan
  • Menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya.
  • Mengiris bagian anggota tubuh dengan golok
  • Atraksi makan api
  • Menusukan jarum melalui lidah, pipi hingga tembus tanpa mengluarkan darah
  • Disiram dengan air keras hingga pakaianya hancur
  • Bakar tubuh dengan api
  • Menduduki susunan golok yang tajam
  • Berguling-guling di atas serpihan kaca atau beling

Pelaksanaan pertunjukan kesenin Debus terikat dengan ketentuan-ketentuan dan diawali dengan:

  • Pembukaan dengan lagu pembukaan atau “gembung”
  • Berzikir terlebih dahulu
  • Beluh atau macapat, melantunkan puji-pujian yang ditujukan kepada Allah SWT dan nabi Muhammad SAW.
  • Pencak silat yang dilakukan satu atau dua pemain, dengan senjata atau tanpa senjata tajam
  • Permainan debus, seorang pemain memegang alat debus yang ujungnya runcing kemudian ditempelkan ke perut. Seorang pemain lain memegang kayu pemukul kemudian dipukulkan pada tangkai debus. Pukulan dilakukan berkali-kali.

Apabila dalam kesenian Debus tersebut ada yang terluka, maka sebagai penyembuh adalah Ketua atau Syeh Debus tersebut.

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Apa itu Malware?

Comment di sini