Apa itu Suku Alor?

by
March 9th, 2015 at 10:51 am

CiriCara.com – Suku alor merupakan penduduk asli di daratan Pulau Alor, Pantar dan pulau-pulau kecil. Wilayah mereka sudah termasuk Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Julukan suku Alor diberikan oleh orang-orang di luar pulau tersebut, karena mereka mendiami daerah tersebut.

suku alor

Suku Alor – Ist

Mereka terdiri dari suku-suku bangsa seperti Abui, Belagar, Alor, Deing, Kabola, Kelong, Kawel, Kemang, Kui, Mauta, Lemma, Wersin dan Wuwuli. Pada masa lalu sub-sub suku tersebut hidup terasing dan tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan, tujuannya adalah menghindari peperangan dan tekenan dari pihak luar. Mereka mendirikan rumah-rumah bertiang kayu bulat, tinggi dengan atap dari alang-alan atau ijuk yang berbentuk bulat. Dindingnya sangat unik karena terbuat dari anyaman bamboo, daun lontar.

Suku Alor mempunyai mata pencaharian perladangan yang berpindah, dengan sistem tebang dan bakar. Ladang jagung merupakan favorit suku tersebut, kemudian diikuti tanaman padi, ubi kayu, sorgum serta kacang-kacangan. Adapun pekerjaan tambahan lainya berupa berburu ikan, menangkap ikan, meramu hasil hutan. Suku Alor mempunyai hobi membikin anyaman fungsinya untuk dibarter.

Setiap suku dan kebudayaan di Indonesia mempunyai ragam dan corak yang berbeda, begitu juga dengan suku Alor. Dalam masalah perkawinan, suku alor mempunyai adat perkawinan. Suku Alor menganut adat ekosgami klen, artinya bahwa pihak laki-laki wajib membayar sejumlah belis atau maskawin secara kontan kepada pihak perempuan.

Belis sendiri berupa sejumlah uang, selimut, gong. Selain itu juga bahwa perkawinan dapat pula terjadi tanpa adanya membayar maskawin secara kontan. Tetapi diganti dengan menginapnya si lelaki untuk bermukim beberapa hari di tempat si wanitanya.  Yang uniknya di suku Alor terdapat adat perkawinan tukar gadis, maksudnya adalah apabila si laki-laki tidak mampu untuk membayar maskain, maka menyerahkan saudara perempuannya untuk dikawini oleh laki-laki di pihak keluarga asal istrinya. Jalan alternatif yang ditempuh bagi si laki-laki untuk menghindari semua kewajiban maskawin tersebut, biasanya akan melarikan si gadis, walau demikian tetap ada sanksinya.

Kepercayaan dan agama suku Alor banyak yang beragama Islam dan Kristen, penduduk Pantar dan Kalabahi menganut agama Islam sejak zaman pemerintahan Sultan Baabullah dari Ternate. Religi suku Alor sangat tinggi mereka masih percaya terhadap anutan dari sebagian sub-suku bangsa, mereka percaya kepada tokoh maha kuasa yang disebut dengan LAHATALA. Tokoh ii hanya dihubungi dengan perantaraan dewa-desa seperti Mou Maha-Maha (dewa bumi), UI (dewa bulan), Fred (dewa matahari). Sehingga disebutkan bahwa suku Alor dengan mengenal dewa-desa dapat berkembang karena pengaruh-pengaruh agama monoteisme.

Penulis: MasArif

Artikel terkait: Apa itu Suku Maori?

Comment di sini