Berjuang Lepaskan Gugum dari Hukuman Mati

by
March 9th, 2015 at 10:40 am

CiriCara.com – Ramadhan Gumilar alias Gugum telah didakwa Kejaksaan Negeri Tangerang dengan dakwaan melakukan melakukan pembunuhan terhadap Heryanti, Prasetyo dan Dukut Wahyono. Perkara Gugum pun sudah diperiksa di Pengadilan Negeri Tangerang dengan nomor perkara register perkara : PDM- 353/TNG/8/2014.

gugum

Gugum divonis hukuman mati – Ist

Pada 15 Desember 2014 Pengadilan Negeri Tangerang akhirnya menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Gugum. Pihak Gugum pun kemudian memberi kuasa kepada Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) untuk mengajukan upaya hukum atas putusan hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan.

Dalam siaran persnya yang dikirimkan via email, Totok Yuliyanto, Kepala Advokasi HAM PBHI, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan upaya hukum banding ke pihak pengadilan. Upaya banding diajukan pada 18 Desember 2014. Menurutnya, PBHI sejak awal memang mengikuti kasus Gugum. Toto memandang vonis hukuman mati tidak patut diberikan kepada Gugum, karena tak menerapkan prinsip-prinsip dan ketentuan hak asasi manusia yang terdapat dalam Konstitisi dan kovenan hak sipil dan politik yang telah dirativikasi melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.

Toto berpandangan hukuman mati merupakan upaya atau tindakan negara merenggut hak hidup seseorang. Padahal itu merupakan hak yang tidak dapat dibatasi dalam keadaan apapun. Bahkan dalam perspektif hak asasi manusia, hukuman mati merupakan pelanggaran yang serius karena menyangkut hak untuk hidup (right to life) dan hak fundamental (non derogable right). Hak ini menurut Toto, tidak dapat dilanggar, dikurangi atau dibatasi dalam keadaan apapun baik dalam keadaan darurat maupun perang termasuk ketika seseorang menjadi narapidana.

Maka kata dia, atas dasar itulah PBHI kemudian mengajukan banding bagi Gugum. PBHI memiliki kewajiban melakukan itu, karena ini merupakan salah satu fungsi PBHI adalah untuk memberikan bantuan hukum dan perlindungan HAM kepada masyarakat. Kata Toto, upaya PBHI bukan hanya dalam kasus Gugum saja. Tapi PBHI juga akan mencoba mengadvokasi kasus-kasus terpidana mati lainnya. Toto sendiri mengaku, masih tetap punya harapan Indonesia tidak lagi melaksanakan hukuman mati terhadapkasus. apapun. Karena peniadaan hukuman mati adalah salah satu bagian dari memperbaiki sistem hukum dan menerapkan keadilan hukum di Indonesia.

Masih di siaran pers yang sama, Budiarto Makmur, Pengacara PBHI menyatakan akan mempelajari dokumen-dokumen kasus Gugum secara seksama. Pihaknya akan mengajukan memori banding dan melakukan desakan agar negara khususnya Pengadilan Tinggi yang akan memeriksa perkara Gugum, tidak dengan mudah mencabut hak hidup seseorang, tak terkecuali ia pelaku kejahatan. Sebab merupakan hak fundamental. Menurut dia, masih banyak hakim yang menjatuhkan hukuman mati dengan berlindung dari aturan yang masih mencatumkan hukuman mati. Walaupun jelas, itu bertentangan dengan hak asasi manusia maupupun tujuan pemidanaan yang berkembang dan diberlakukan saat ini.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini