Kini 11 Terpidana Dihadapkan Pada Regu Tembak

by
March 9th, 2015 at 9:42 am

CiriCara.com – Minggu dini hari, 18 Januari 2015, enam terpidana mati dieksekusi oleh regu tembak. Sontak, eksekusi itu mendapat reaksi keras. Bahkan, kepala pemerintahan dari negara yang warganya dieksekusi, melakukan berbagai cara menyelematkan warga mereka, agar bisa terhindar dari hadapan regu tembak.

hukuman mati

Ilustrasi hukuman mati – Ist

Sebelum dilaksanakannya eksekusi hukuman mati, pro kontra terjadi. Para penggiat hak asasi manusia menolak keras pelaksanaan hukuman mati. Tidak hanya itu, beberapa kepala negara dari negara yang warganya akan dieksekusi di Indonesia, berupaya mencegah pelaksanaan hukuman mati. Bahkan, sampai melakukan protes. Presiden Brasil adalah salah satu kepala negara yang memprotes keras pelaksanaan hukuman mati di Indonesia. Diantara enam terpidana mati yang dieksekusi pada 18 Januari, satu diantaranya adalah warga negeri Samba yakni, Marco Archer Cardoso Moreira. Namun protes dari Presiden Brasil tak digubris, hukuman mati tetap dilaksanakan.

Sampai kemudian muncul insiden ditolaknya Dubes RI untuk Brasil, Toto Riyanto yang hendak menyerahkan surat mandat ke Presiden Brasil. Penolakan Toto pun dibalas oleh Pemerintah Indonesia, dengan memanggil pulang Toto ke Indonesia. Kepala pemerintahan lainnya yang gencar bermanuver menyelematkan warganya dari hadapan regu tembak adalah PM Australia, Tonny Abbot. Dua warga Australia, yakni Myuran Sukumaran alias Mark dan Andrew Chan, yang dikenal sebagai anggota Bali Nine, akan dieksekusi.

Tonny demi menyelematkan dua warganya melakukan segala cara, mulai dari mengungkit bantuan Australia kepada Aceh yang dilanda tsunami, sampai barter tahanan. Tapi, Presiden Jokowi sendiri sampai hari ini bergeming, akan tetap melaksanakan hukuman mati, termasuk kepada dua terpidana mati asal Australia.

Berikut daftar enam terpidana mati yang telah dieksekusi pada 18 Januari 2015.

1. Namaona Denis (48) WN Malawi, laki-laki, pekerjaan swasta, kasus narkotika. Putusan PN tahun 2001, PT 2002, grasi ditolak 30 Desember 2015.

2. Marco Archer Cardoso Moreira (52), WN Brasil, laki-laki, pilot pesawat terbang, diputus PN 2004.

3. Daniel Enemuo (38) WN Nigeria, laki-laki, putusan PN 2004, PT 2004, kasasi 2005, grasi ditolak 30 Desember 2014.

4. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (62), WNI, laki-laki, kelahiran Fak Fak Papua, Putus PN 2003, PT 2003, MA 2003, PK 2006, grasi ditolak 30 Desember 2014

5. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam), perempuan, (37), wiraswasta, PN 2011, PT 2012, yang bersangkutan tidak mengajukan kasasi, langsung grasi dan ditolak.

6. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI), kelahiran Cianjur, perempuan, diputus PN 2000, PT 2000, MA 2001, PK 2002, grasi ditolak 30 Desember 2014.

Dari enam terpidana mati, satu terpidana yakni, yakni Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam) dieksekusi di sebuah tempat rahasia di Boyolali, Jawa Tengah.

Habis 6 terpidana mati, kini Kejaksaan akan mengeksekusi 11 terpidana mati lainnya. Para terpidana mati, sekarang sudah dipindahkan ke Nusakambangan yang akan jadi tempat eksekusi.

Comment di sini