Netizen: Begal Sudah Ada Sejak Jaman Majapahit

by
March 9th, 2015 at 9:12 am

CiriCara.com – Kata begal kini banyak dibincangkan dimana-mana. Kata begal juga banyak dikutip media massa. Kata begal sendiri, merujuk pada pelaku perampasan sepeda motor yang akhir-akhir ini marak dan meresahkan masyarakat, terutama diseputaran Jakarta dan sekitarnya. Apalagi, setelah berjatuhan korban jiwa akibat aksi pembegalan atau perampasan motor. Di Depok, kasus perampasan sempat marak, sampai kota yang berbatasan langsung itu di sebut dalam keadaaan ‘status darurat begal’. Bahkan ada yang nyinyir menjuluki Kota Depok, sebagai ‘kota begal’.

begal

Ilustrasi begal motor – Ist/Motorplus-online.com

Kasus begal kian ramai dibicarakan, setelah di Pondok Aren, Tangerang, terjadi aksi main hakim sendiri yang dilakukan massa terhada pelaku percobaan perampasan motor. Tragisnya, salah satu pelaku yang berhasil ditangkap massa, setelah dihajar hingga babak belur, kemudian dia dibakar. Pelaku pun meregang nyawa dengan tragis.

Kata begal, tak hanya ramai dibicarakan di dunia nyata. Tapi di dunia maya, khususnya di Twitter, kata begal juga banyak dicuitkan para netizen. Bahkan, bisa dikatakan jadi salah satu topic yang ramai di kicaukan di jejaring media sosial tersebut. Saya pun, coba mencatat cuitan-cuitan tentang begal yang dikicaukan di Twitter.

Pemilik akun twitter, @tartipagianti adalah salah satu netizen yang mencuitkan komentarnya tentang begal. Cuitannya cukup menarik. Menurut @tartipagianti, begal itu sudah ada sejak jaman Majapahit. Tapi, kini pelaku pembegalan, bukan lagi orang dewasa, tapi para anak belia berusia remaja. Miris, katanya.

“…dr jaman majapahit yg namanya begal itu sudah ada, tp skrg yg bikin miris pelakunya adalah anak2 remaja…#begal motor,” kicau @tartipagianti.

Sementara Imam Maulana, pemilik akun twitter @imammaulana99 berkicau,” Sudh terlalu byk korban berjatuhan akibat #Begal mulai ustadz, pelajar,”

Komentar tentang begal juga dikicaukan Wilda Dwi Jayanti. Lewat akun twitternya @wildasaputra, Wildan mengaku sejak aksi begal merajalela, ia selalu was-was setiap pulang malam. “Begal dimana-mana, membuat hati khawatir kpd setiap orang yang pulang kerja di jam-jamnya rawan begal,” cuit @wildasaputra.

Lain halnya dengan Agung Arianto, pemilik akun @AARIANTO10. Dalam kicuannya di akun twitter miliknya, Agung mengatakan, bahwa tak semua pencuri itu begal. Bahkan, polisi menurutnya tak mengenal kata begal, ketika menetapkan jenis kejahatan.

“Ingat, Tak Semua Pencuri Itu Begal: Polisi tidak mengenal kata begal dalam menetapkan jenis kejahatan,” tulis Agung di akun twitternya.

Sedangkan Ayu Tia Purwandari, pemilik akun twitter @ayutiaP, merasa miris setelah melihat para pelaku aksi pembegalan banyak yang masih berusia remaja belia.

“Ironinya lagi pelakunya itu remaja usia belasan tahun. Itu tuh tujuan mereka untuk apa? Apa yg sebenernya mereka pikirin? Heran heran #begal,” cuit Ayu.

Apa yang dicuitkan para netizen, memang benar. Banyak pelaku pembegalan, ternyata masih anak-anak remaja. Kisah begal remaja itu, sudah banyak diberitakan media massa, baik cetak maupun elektronik.

Portal berita, detik.com, pada Kamis 5 Maret 2015, menurunkan sebuah berita tentang aksi perampasan motor yang terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Ternyata, pelakunya setelah berhasil di ringkus polisi setempat, adalah siswa salah satu SMA di Pasuruan. Ironisnya lagi, si pelaku adalah siswa di SMA Islam di Pasuruan.

Si pelaku yang masih belia itu, dalam menjalankan aksinya menggunakan modus, pura-pura menjadi seorang reserse polisi. Korban-korbannya, adalah para remaja yang suka nongkrong di pinggir jalan. Pada calon korbannya, ia mengaku seorang reserse polisi. Lalu, ia akan menuduh si korban sebagai pelaku penyalahgunaan narkotika atau peserta balapan liar. Setelah korbannya ketakutan, dengan pura-pura menyita motor, pelaku pun segera melarikan barang rampasannya.

Penulis: Agus Supriyatna

Comment di sini