Zaman Dulu, Hukuman Mati dengan Cara Direbus

by
March 9th, 2015 at 11:39 am

CiriCara.com – Ada sebuah artikel menarik tentang hukuman mati yang ditulis Gadis Arivia. Gadis adalah Dosen Etika dan Etika Terapan di Departemen Filsafat, Universitas Indonesia. Tulisan Gadis tentang hukuman mati itu sendiri dimuat pertama kali pada 24 Februari 2015 di situs Filsafatuniversitasindonesia.com. Kemudian dimuat ulang di situs Dw.de. Dalam artikel berjudul, “Argumentasi Moral Menolak Hukuman Mati”, yang ditulisnya Gadis dengan tegas menolak hukuman mati. Sederet argumen ia kemukakan memperkuat argumennya.

hukuman mati

Hukuman Mati – Ist

Saya pun tertarik mengutipnya, karena artikel yang ditulis Gadis Arivia memang kontekstual dengan isu yang sekarang ramai diberitakan. Berikut sepenggal ulasan Gadis Arivia dalam artikelnya yang saya kutip dari situs www.dw.de, Jumat 6 Februari 2015.

Menurut Gadis, hukuman mati adalah hukuman yang dilakukan oleh negara kepada individu sebagai bentuk hukuman atas tindakan kriminal yang dilakukannya. Gadis pun dalam artikelnya mengutip jejak sejarah penerapan hukuman mati. Kata Gadis, sepanjang sejarah, hukuman mati dijatuhkan pada tindakan kejahatan yang bermacam-macam.

Gadis mencontohkan, apa yang dilakukan Raja Hammurabi dari Babilonia pada abad ke-18 sebelum Masehi. Penguasa Babilonia itu kata Gadis, pernah membuat perintah hukuman mati untuk 25 jenis tindakan kriminal. Namun, jauh sebelum Hammurabi mengeluarkan perintah hukuman mati, pada abad ke-16 Sebelum Masehi, di Mesir juga pernah tercatat praktek hukuman mati. Hukuman mati di Mesir kala itu, dijatuhkan kepada seorang bangsawan yang dituduh telah melakukan kegiatan perdukunan.

Dalam artikelnya, Gadis juga menuliskan bahwa, di Inggris pada zaman dahulu kala, hukuman mati diberlakukan. Mereka yang mengembala kambing di atas jembatan Westminister Bridge itulah yang dihukum mati. Ketika itu Inggris dipimpin oleh Raja Henry VIII. Di era Raja Henry VIII, mereka yang dihukum mati mencapai 72.000 orang. Kejamnya lagi, pada tahun 1531 hukuman mati dilakukan dengan cara merebus orang dengan air mendidih.

Pada abad ke-17, tulis Gadis, hukuman mati masih di praktekkan. Bahkan ketika itu, hukuman mati menjadi tontonan menarik masyarak banyak. Seringkali kali pula, tontonan hukuman mati disertai dengan acara minum-minum dan pesta pora. Selepas itu, tulis Gadis, sejak 1977 mulai ada upaya penghapusan hukuman mati secara serius. Tapi kata Gadis dalam artikelnya, saat itu hanya 9 negara yang menghapus hukuman mati.

Namun seiring berlalunya waktu, kini tulis Gadis, tercatat ada 140 negara yang telah menghapus hukuman mati. Artinya hampir dua pertiga negara di seluruh dunia, sudah menghapus hukuman mati. Gadis juga mengungkapkan, hingga bulan Desember 2014, tercatat 98 negara telah menghapus hukuman mati dengan semua bentuk kejahatan.

Penulis: Agus Supriyatna

Artikel terkait: YLBHI Nilai Eksekusi Mati Hukuman Tak Beradab

Comment di sini