Otak Manusia Bisa Awet Setelah Ribuan Tahun

by
March 11th, 2015 at 2:57 pm

CiriCara.com – Baru-baru ini para ilmuan menemukan fakta unik terkait otak manusia. Ternyata, bagian tubuh yang sepertinya mudah hancur tersebut bisa awet hingga ribuan tahun. Dilansir dari laman kompas.com, fakta inilah yang berhasil dikuak dari hasil penggalian seorang ahli arkeologi York Archaeological Trust, di Heslington, York. Penemuan itu berupa sisa sejarah pada zaman besi yang merupakan bagian penting dari kehidupan manusia.

otak manusia

Ilustrasi otak – Ist

Penemuan

Pada tahun 2009, sebuah tengkorak ditemukan dalam keadaan telungkup oleh seorang pakar, Rachel Cubitt. Dalam Daily Mail ia mengungkapkan keterkejutannya melihat bagian lunak di dalam kerangka kepala itu. Cubitt sendiri tidak pernah melihat fenomena tersebut sebelumnya. Rupanya, bagian tubuh manusia ini sudah terpendam selama 2.600 tahun.

Otak Awet

Para pakar dari Rumah Sakit Mortuary, York, mengeluarkan bagian lunak dari dalam tengkorak itu. Para ahli budaya masa lampau dari University of Bradford kemudian menelitinya dan menemukan bahwa bagian tersebut memang benar-benar otak.

Pemilik

Mereka tidak hanya berhasil mengungkap apa benda lunak itu tetapi juga siapa pemiliknya. Ternyata, kehidupan manusia pemilik otak awet tersebut berlangsung pada abad ke-6 SM. Kesimpulan ini diperoleh dari analisis karbon pada fosil itu.

Kematian Pemilik

Pemilik otak awet diduga mati saat berusia 26-45 tahun. Asumsi sementara menyebutkan ia tewas karena pukulan di leher belakangnya. Manusia tersebut juga mungkin memperoleh luka-luka dari benda tajam. Ia kemudian digantung sebagai sesaji dalam sebuah ritual. Ini sangat mungkin karena budaya persembahan merupakan hal umum di zaman besi. Namun, perlu diingat, kesimpulan ini belum pasti karena masih banyak ahli yang meragukannya.

Proses Pengawetan

Arkeolog University of Bradford, Sonia O Connor, menduga otak tersebut bisa awet karena jasad pemiliknya langsung dikubur begitu ia tewas. Kandungan lemak dan protein di dalamnya memungkinkan organ tubuh itu tidak rusak dalam waktu yang lama.

Sifat fisik tanah tempat fosil ini terpendam juga berpengaruh. Pada kondisi tertentu, tanah liat dapat menghalangi masuknya oksigen. Lingkungan ini tidak memungkinkan bagi bakteri untuk hidup. Dengan demikian, proses pembusukan otak tidak dapat terjadi.

Penulis: Ummu Solid

Artikel terkait: Tes IQ Lewat Tebak-tebakan Warna

Comment di sini